RM.id Rakyat Merdeka - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 185,3 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Desember 2025. Pencapaian ini meningkat 51,2 persen dari Rp 122,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mendorong peningkatan signifikan pada rasio Return on Equity (ROE) menjadi 5,5 persen, naik 120 bps year-on-year.
Secara ringkas, kinerja tahun 2025 meliputi pendapatan bunga bersih (NII) naik 44 persen year-on-year menjadi Rp 536,0 miliar, didorong oleh penurunan 11 persen pada biaya dana dan pendapatan bunga yang meningkat 6,5 persen menjadi Rp 1,3 triliun.
Pendapatan non-bunga (NOII) dari aktivitas tresuri meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp 42,3 miliar, mengimbangi penurunan biaya advisory.
Baca juga : Pemanfaatan PIP di Daerah Perkuat Akses Pendidikan dan Wajib Belajar 13 Tahun
Biaya operasional tetap terkendali dengan baik, menghasilkan perbaikan rasio efisiensi operasional menjadi 54,6 persen atau meningkat 441 bps secara year-on-year.
Total aset tumbuh 5,0 persen year-on-year menjadi Rp 15,4 triliun, didukung oleh peningkatan aset produktif sebesar 2,0 persen. Non-Performing Finance (NPF) Net tercatat 3,75 persen per 31 Desember 2025, sedikit naik dari 3,41 persen tahun sebelumnya namun tetap dalam batas regulasi 5,00 persen.
Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengaku bersyukur atas pencapaian kinerja keuangan di tahun 2025.
"Namun kami memandang perlunya mempercepat pembangunan infrastruktur di lingkungan yang penuh tantangan. IIF siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui berbagai produk dan aspek permodalan yang kuat," ujar Rizki dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Baca juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 56,3 Triliun Di Sepanjang Tahun 2025
Terkini, IIF baru saja menandatangani kerja sama dengan FinDev Canada, sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan.
"Biaya dana kami telah menurun serta rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat pada 43,7 perse. Kami terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target hingga Rp 3,0 triliun di tahun 2026," ungkapnya.
Pada tahun 2025, IIF telah berkontribusi dalam menghasilkan 709,9 MW energi terbarukan, memberi daya lebih dari 709.900 rumah dan mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO₂ tahunan. Perseroan juga menyediakan akses air bersih kepada sekitar 7,2 juta orang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan fasilitas kesehatan.
Baca juga : Ditopang Konsumsi, Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen Pada Kuartal IV-2025
Pencapaian IIF di tahun 2025 diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2025, ESG Award 2025 dari Yayasan Kehati, FinanceAsia Achievement Awards 2025 dan The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.