Dark/Light Mode

Ditopang Konsumsi, Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen Pada Kuartal IV-2025

Kamis, 5 Februari 2026 13:06 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: YouTube BPS)
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: YouTube BPS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penguatan ditopang konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di akhir tahun.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 0,86 persen pada periode Oktober–Desember 2025, mencerminkan terjaganya momentum pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 terutama ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas produksi, yang mendorong konsumsi serta investasi,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2025).

Baca juga : Burhanuddin Abdullah: Ekonomi RI Perlu Lepas dari Gejala Inersia

BPS mencatat, sepanjang 2025 ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan, dengan kontribusi konsumsi rumah tangga dan PMTB mencapai 82,65 persen dari sisi pengeluaran. Pada kuartal IV, penguatan kedua komponen tersebut semakin terlihat seiring meningkatnya belanja masyarakat selama libur akhir tahun serta realisasi investasi sektor riil.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi 2025. Secara tahunan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok restoran dan hotel yang mencapai 6,38 persen, sejalan dengan meningkatnya kegiatan pariwisata dan rekreasi.

Sementara itu, PMTB menjadi kontributor kedua terbesar dengan sumbangan 1,58 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sepanjang 2025, PMTB tumbuh 5,09 persen, didorong lonjakan investasi pada mesin dan perlengkapan yang tumbuh 17,99 persen, seiring meningkatnya impor barang modal dan produksi industri mesin dalam negeri.

Baca juga : Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan luar negeri turut memberikan dorongan positif. Net ekspor berkontribusi 0,74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan ekspor tumbuh 7,03 persen sepanjang 2025. Kenaikan tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas dan jasa, khususnya komoditas lemak dan minyak nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan suku cadangnya.

Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan tumbuh 5,30 persen. Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen, sedangkan sektor pertanian mencatat pertumbuhan 5,33 persen dan berkontribusi 0,60 persen.

“Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya industri penghasil komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” kata Amalia.

Baca juga : Dorong Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026

Secara regional, BPS mencatat wilayah Jawa dan Sulawesi mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional sepanjang 2025, mencerminkan kuatnya aktivitas industri, perdagangan, dan investasi di kedua kawasan tersebut.

Dengan kinerja positif pada kuartal IV-2025, BPS menilai struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid, ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan investasi yang terus meningkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.