Dark/Light Mode

Pemanfaatan PIP di Daerah Perkuat Akses Pendidikan dan Wajib Belajar 13 Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 18:40 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai instrumen dukungan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendorong implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di seluruh daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Depok, Senin (9/2/2026).

“Khusus untuk penguatan Wajib Belajar 13 Tahun, kami secara bertahap akan membangun minimal satu TK di setiap desa. Mulai tahun 2026, bantuan PIP akan disalurkan kepada 450 ribu murid TK per tahun, dengan sasaran 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Kebijakan tersebut menjadi landasan penguatan pemanfaatan PIP di daerah, khususnya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan sejak usia dini.

Di berbagai wilayah, PIP dirasakan manfaatnya oleh satuan pendidikan, guru, dan peserta didik dalam mendorong keberlanjutan sekolah serta meningkatkan partisipasi belajar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, menjelaskan bahwa pengawalan PIP dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintahan hingga tingkat desa.

Baca juga : Pemutakhiran DTSEN, Sandi Dorong Perlindungan Akses Kesehatan PBI

“Dalam mengawal PIP di Kabupaten Indramayu, kami selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kecamatan. Kami juga menindaklanjuti laporan masyarakat agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ujar Caridin.

Ia menambahkan, pihaknya aktif menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menurunkan guru dan operator sekolah untuk mendeteksi kelayakan penerima PIP berdasarkan data desa.

Menurutnya, PIP memberikan dampak nyata bagi keluarga kurang mampu dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, menyampaikan bahwa daerahnya masih menghadapi tantangan pada indikator rata-rata lama sekolah.

Untuk itu, pemanfaatan PIP diperkuat melalui peran kepala sekolah dan guru dalam mendampingi orang tua penerima manfaat.

“Setiap menjelang pencairan PIP, orang tua dikumpulkan oleh sekolah dan diberikan pemahaman bahwa dana PIP adalah dana anak untuk kebutuhan belajar, bukan untuk keperluan lain,” ujarnya.

Baca juga : Prabowo Minta TNI-Polri Perkuat Pengabdian dan Terus Perbaiki Diri

Wandi berharap, cakupan penerima PIP terus diperluas melalui pemutakhiran dan validasi data berkelanjutan agar rata-rata lama sekolah meningkat.

Pendampingan juga dilakukan di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, mengatakan pengawalan PIP dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, inspektorat, dan pemantau pendidikan.

“Kami mengumpulkan seluruh kepala sekolah penerima PIP dan melakukan pendampingan agar penetapan penerima benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, PIP dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa seperti sepatu, tas, dan alat tulis.

“Ketika kebutuhan sekolah terpenuhi, kepercayaan diri dan semangat belajar anak meningkat,” tambahnya.

Baca juga : Tugu Insurance Pertahankan Rating A- AM Best Selama 10 Tahun

Dari sisi satuan pendidikan, Kepala SMA Swasta Mitra Inalum, Sumatera Utara, Mardimpu, menilai PIP sebagai program strategis dalam mencegah angka putus sekolah, khususnya di wilayah pesisir.

“PIP bukan sekadar bantuan finansial, tetapi mampu mengubah paradigma siswa. Anak-anak yang sebelumnya menganggap sekolah bukan prioritas kini kembali termotivasi melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran PIP berdampak pada meningkatnya kehadiran dan rasa percaya diri siswa. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan PIP tidak lepas dari sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

“Kolaborasi berbagai pihak membuat pemanfaatan PIP berjalan transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.