BREAKING NEWS
 

Masuki Ramadan, IKI Februari 2026 Tetap Ekspansi Di Level 54,02

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 26 Februari 2026 18:41 WIB
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki bulan Ramadan, kinerja industri pengolahan nasional tetap menunjukkan ketahanan dan berada di jalur ekspansi. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 sebesar 54,02, yang menjadi level tertinggi kedua sejak pertama kali diluncurkan pada November 2022.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief menyampaikan, meskipun IKI Februari 2026 melambat tipis 0,10 poin dibandingkan Januari 2026, capaian tersebut meningkat 0,87 poin secara tahunan (year-on-year).

“Memasuki Ramadan, aktivitas industri tetap berada pada fase ekspansi,” ujar Febri dalam rilis IKI Februari 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca juga : SIM Keliling Bogor Kamis 26 Februari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 19 subsektor berada dalam fase ekspansi dengan kontribusi mencapai 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Kemenperin mencermati, momentum Ramadan turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, khususnya pada komoditas pakaian, alas kaki, serta jasa perawatannya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan konsumsi sektor tersebut meningkat dari 2,73 persen pada 2024 menjadi 4,52 persen pada 2025.

Adsense

Namun demikian, hasil pengamatan terhadap IKI pasar domestik menunjukkan industri pakaian jadi berorientasi dalam negeri justru mengalami kontraksi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi selama periode Ramadan belum sepenuhnya diserap oleh produk industri lokal.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Kamis 26 Februari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

“Dengan demikian terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan permintaan tersebut lebih banyak dipenuhi oleh produk impor,” kata Febri.

Di sisi lain, sejumlah subsektor mengalami perlambatan akibat faktor musiman Ramadan dan awal tahun anggaran. Sekretaris Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Sri Bimo Pratomo menjelaskan, Industri Barang Galian Non Logam mengalami kontraksi pada variabel pesanan dan persediaan karena turunnya permintaan dari proyek pengadaan pemerintah.

“Karena masih memasuki awal tahun anggaran dan bulan Ramadan, banyak proyek infrastruktur belum berjalan sehingga permintaan bahan bangunan ikut turun. Kemungkinan besar akan dimulai setelah Lebaran,” ujarnya.

Baca juga : SIM Keliling Depok Kamis 26 Februari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Secara umum, kondisi kegiatan usaha pada Februari 2026 masih tergolong baik. Sebanyak 77,6 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil. Tingkat optimisme pelaku usaha meningkat menjadi 73,5 persen, sedangkan tingkat pesimisme menurun menjadi 3,9 persen.

Seluruh variabel pembentuk IKI, yakni pesanan, produksi, dan persediaan, berada dalam zona ekspansi. Variabel produksi bahkan mencatat ekspansi tertinggi sejak Januari 2025 dan telah berada pada fase ekspansi selama dua bulan berturut-turut.

Kemenperin menilai, momentum Ramadan seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh industri dalam negeri untuk memperkuat struktur manufaktur nasional dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik. Dengan strategi yang tepat, peningkatan konsumsi musiman tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan industri sepanjang 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense