RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada kuartal IV-2025 tercatat turun 5 persen secara tahunan dan 11 persen secara kuartalan.
Dengan capaian tersebut, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp 6,9 triliun atau tumbuh 1 persen dibandingkan 2024.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, realisasi ini setara 98 persen dari estimasi konsensus 2025 dan berada dalam kisaran ekspektasi pasar.
“Kinerja positif pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi bank dalam menjaga performa dan kesehatan fundamental bisnis,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Baca juga : Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 44 Triliun Saat Ramadan dan Idul Fitri 2026
Lani mengatakan, sepanjang tahun tersebut, pihaknya berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan.
“Hal tersebut semakin memperkuat landasan kami untuk terus bertumbuh sekaligus memastikan untuk senantiasa memberikan nilai jangka panjang," tutur Lani.
Pendapatan bunga bersih bank tercatat Rp13,5 triliun, tumbuh 2 persen, sedangkan pendapatan nonbunga naik 5 persen menjadi Rp 6 triliun.Net Interest Margin (NIM) sedikit turun menjadi 4 persen.
“CIMB Niaga menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 283, triliun, tumbuh 4,5 persen secara tahunan,” ujarnya..
Baca juga : Kredit Bank Mandiri Naik 15,62 Persen Tembus Rp 1.511,4 Triliun di Januari 2026
Segmen kredit Korporat umbuh paling tinggi sebesar 6,7 persen, diikuti Konsumer 3,4 persen, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) 2,0 persen.
Kualitas kredit juga relatif terjaga dengan rasio Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross sebesar 1,81 persen dan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) 0,74 persen. Loan At Risk (LAR) juga terus turun ke level 6,9 persen.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), CIMB Niaga mengumpulkan dana nasabah Rp270,5 triliun, tumbuh 3,8 persen. DPK dari Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 10,1 persen, sehingga membuat porsinya naik menjadi 70 persen dari total DPK.
"Hal ini merupakan hasil upaya bank membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat, sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital," tuturnya.
Baca juga : Pendapatan Bunga Naik, IIF Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 51,2 Persen Tahun 2025
Untuk permodalan dan likuiditas, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 24,8 persen dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,8 persen.
Lani menambahkan, tahun ini, CIMB Niaga akan tetap fokus mendorong pertumbuhan kredit secara prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta mengelola biaya secara disiplin.
“Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, kami meyakini dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah dan masyarakat luas," pungkas Lani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.