BREAKING NEWS
 

Brantas Abipraya Garap Pembangunan Sekolah Rakyat Di 7 Wilayah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 4 Maret 2026 10:57 WIB
Foto: PT Brantas Abipraya

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem.

Di tujuh wilayah Indonesia, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut kini memasuki tahap progres konstruksi dengan PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai salah satu pelaksana utama.

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca juga : Transformasi Sistem Kesehatan, Brantas Abipraya Garap Pembangunan Gene Bank

Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat (dua lokasi), Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap untuk jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan peran perseroan tidak hanya membangun fisik gedung, tetapi juga memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang.

Adsense

“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Baca juga : Pengamat: Kenaikan Harga Pangan Saat Ramadan Masih Wajar

Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam proyek infrastruktur strategis nasional, perusahaan menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan. Dukungan konektivitas kawasan juga dipastikan agar mobilitas siswa, tenaga pendidik, dan distribusi logistik berjalan optimal.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyampaikan bahwa melalui program Sekolah Rakyat diharapkan tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga nol persen, karena pendidikan dinilai sebagai upaya paling efektif dan efisien dalam mengurangi kemiskinan.

Secara desain, Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup gedung SD, SMP, dan SMA; rumah susun guru putra dan putri; asrama siswa; masjid; gedung serbaguna; kantin; serta sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket. Model ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi dan inklusif sekaligus mendukung pembinaan karakter.

Baca juga : Persija-Pelita Jaya Berkolaborasi, Bangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Dian menambahkan progres pembangunan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Perseroan menargetkan penyelesaian proyek pada Juni 2026 sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi katalis pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini merupakan bagian dari upaya besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan infrastruktur pendidikan sebagai instrumen mobilitas sosial dan daya saing bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense