Dark/Light Mode

Pramono Bicara Penanganan Banjir, Tata Ruang Di Jakarta Tidak Mudah Diubah

Sabtu, 31 Januari 2026 06:25 WIB
Pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026). (Foto: Fatimah Az Zahra/RM)
Pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026). (Foto: Fatimah Az Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebiasaan jelek oknum warga membuang sampah sembarangan menambah buruk kondisi banjir di Jakarta Barat (Jakbar). Sebab, akibat tumpukan sampah, infrastruktur pengendalian banjir tidak berfungsi optimal. Bahkan, tidak berjalan.

Tata ruang di Jakarta sudah sangat sulit diubah untuk penanggulangan banjir, terutama permukiman di dataran rendah dan sekitar aliran sungai. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pandangannya itu saat meninjau pengerukan Kali Sepak, di Kembangan, Jakbar, Senin (26/1/2026). 

“Jangan sampai dalam tata ruang yang sudah padat ini, masyarakat masih membuang sampah sembarangan,” kata mantan anggota DPR ini. 

Baca juga : Leeds Vs Arsenal, Neraka Di Elland Road

Dalam kunjungannya ke wilayah Jakbar, Pram masih menemukan tumpukan sampah di sekitar permukiman warga yang terdampak banjir. 

“Saya minta Ibu Wali Kota Jakarta Barat untuk menyampaikan kepada warga, kalau perlu buat aturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,” tegasnya. 

Pram mengingatkan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, mengganggu fungsi infrastruktur pengendalian banjir. “Akan mengganggu Cengkareng Drain dan pintu-pintu air yang selama ini kita kelola,” katanya. 

Menurut Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, untuk mengatasi sampah setelah banjir surut, kerja bakti dilakukan secara intensif pada Sabtu (24/1/2026). 

Baca juga : Thailand Masters 2026, Indonesia Kunci Dua Tiket Final

Dalam kerja bakti itu, terkumpul volume sampah yang sangat besar. Kemudian, sampah itu diangkut secara bertahap menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, mulai Minggu (25/1/2026). 

“Pada hari Minggu itu, sampah yang kita bawa ke Bantar Gebang sudah 20 truk. Sedangkan tumpukan sampah itu dalam proses akan diangkut ke Bantargebang,” ucap Iin. 

Menurut Gubernur Pram, banjir yang melanda Ibu Kota disebabkan berbagai hal. Salah satunya, kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan. 

“Selain cuaca ekstrem, ada persoalan internal Jakarta. Orang masih buang sampah sembarangan dan membangun di atas bantaran sungai,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). 

Baca juga : Siapa Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Atau Jeffrie Geovanie?

Untuk meminimalisir banjir, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Yuke Yurike menyatakan, penanganan sampah juga menjadi perhatiannya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.