BREAKING NEWS
 

Bank Berfundamental Kuat Jadi Kunci Sukses Program Strategis Pemerintah

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 4 Maret 2026 15:25 WIB
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Beragam program strategis pemerintah, mulai dari pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, hingga program Makanan Bergizi Gratis (MBG), membutuhkan dukungan pembiayaan besar dan berkelanjutan.

Di tengah kebutuhan tersebut, keberadaan perbankan nasional yang berfundamental kuat menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan.

Dosen dan Peneliti Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Deviana Yuanitasari, menilai program berskala nasional tidak dapat hanya bergantung pada kebijakan fiskal semata.

“Skala program yang menjangkau seluruh wilayah dan keberlanjutan jangka panjangnya menuntut sistem perbankan nasional dengan fundamental keuangan yang kuat,” ujar Deviana, Rabu (4/3/2026).

Baca juga : Wujudkan Hunian Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi Lewat Skema KUR

Ia menjelaskan, bank merupakan pilar utama dalam intermediasi pembiayaan pembangunan, termasuk dalam konteks UMKM.

Perbankan tidak hanya berperan sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai penggerak inklusi keuangan dan penguat struktur ekonomi rakyat.

Pembiayaan UMKM, menurutnya, membutuhkan bank yang kuat dari sisi permodalan maupun manajemen risiko. Apalagi, sektor UMKM memiliki karakteristik usaha yang beragam dengan profil risiko berbeda-beda.

Adsense

Tanpa dukungan bank yang solid, pembiayaan UMKM berpotensi tidak berkelanjutan, bersifat sporadis, dan sulit membentuk ekosistem ekonomi yang kokoh.

Baca juga : Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis Alfamart Ramadan 2026

Hal serupa juga berlaku pada program MBG. Kebutuhan pembiayaan dalam program tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga sistemik.

MBG menciptakan rantai pasok panjang, mulai dari petani, peternak, nelayan, UMKM pangan, hingga distribusi logistik dan penyedia jasa.

“Keseluruhan ekosistem itu membutuhkan pembiayaan usaha, modal kerja, dan pembiayaan operasional yang berkelanjutan. Ini menuntut bank memiliki kapasitas pembiayaan massal serta sistem pengelolaan risiko berbasis ekosistem, bukan hanya pembiayaan individual,” tegasnya.

Peran perbankan juga sangat krusial dalam pembangunan infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang.

Baca juga : Bukber Bareng Ormas Dan OKP, Kapolri Serukan Persatuan-Dukung Program Pemerintah

Skema pembiayaan proyek, termasuk kemitraan pemerintah dan swasta, umumnya memerlukan dana besar, tenor panjang, serta memiliki tingkat risiko tinggi.

“Karena itu, hanya bank dengan fundamental kuat, struktur permodalan sehat, dan tata kelola risiko yang baik yang mampu menopang pembiayaan tersebut tanpa menciptakan tekanan sistemik terhadap stabilitas keuangan,” jelas Deviana.

Ia menegaskan, keberadaan bank yang kuat secara fundamental bukan sekadar kebutuhan teknis sektor perbankan, melainkan prasyarat struktural bagi keberhasilan pembangunan nasional secara menyeluruh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense