BREAKING NEWS
 

Pendapatan Negara Tumbuh Konsisten, Perbaikan Reformasi Penerimaan Tuai Hasil

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 5 Maret 2026 17:41 WIB
Konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengapresiasi perbaikan pendapatan negara di awal tahun sebagai indikasi positif dari upaya reformasi penerimaan yang tengah dilakukan pemerintah. Hal ini disampaikan Fithra setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data pertumbuhan penerimaan negara pada Januari dan Februari 2026.

Pada Januari 2026, pendapatan negara tumbuh sebesar 9,5 persen secara tahunan (year-on-year), yang didukung pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 30,7 persen. Pendapatan negara kemudian tumbuh 12,8 persen pada Februari, yang juga ditopang penerimaan pajak yang meningkat 30,4 persen secara tahunan.

“Dalam hal ini, kita bisa melihat adanya indikasi perbaikan dari sisi reformasi penerimaan di Indonesia. Selain itu, kinerja penerimaan perpajakan yang kuat di awal tahun juga mencerminkan bahwa konsumsi dan aktivitas ekonomi domestik tetap terjaga,” ujar Fithra, Kamis (5/3/2026), seperti keterangan Tim Media Presiden.

Baca juga : Bidik Capaian 100 Persen, SiCepat Ekspansi Layanan Pengiriman Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat sistem penerimaan negara. Termasuk melalui peningkatan kepatuhan pajak, digitalisasi administrasi perpajakan, serta perbaikan tata kelola fiskal.

Fithra menjelaskan, apabila reformasi tersebut berjalan secara konsisten, penguatan penerimaan negara juga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.

Adsense

Pada tahun ini, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Namun, berdasarkan kajiannya, Fithra memprediksi target tersebut berpotensi menghadapi penyesuaian hingga sekitar 1 persen poin akibat berbagai faktor eksternal, seperti kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Baca juga : KPK Segera Periksa Produsen Rokok Nakal Terkait Dugaan Permainan Cukai

Kendati demikian, kata Fithra, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut masih dapat diimbangi melalui berbagai upaya kebijakan. Salah satunya adalah melalui reformasi penerimaan negara, termasuk peningkatan kepatuhan pajak serta implementasi sistem informasi perpajakan Coretax.

Berdasarkan kajiannya, langkah-langkah tersebut berpotensi memberikan kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi sekitar 0,15 persen poin. "Karena itu, reformasi penerimaan harus terus dijaga konsistensinya. Dengan basis penerimaan yang lebih kuat, ruang fiskal pemerintah juga akan semakin besar untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Fithra.

Selain reformasi penerimaan, Fithra juga mengidentifikasi sejumlah faktor lain yang dapat membantu mengimbangi dampak guncangan eksternal terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Salah satunya adalah pipeline investasi Danantara dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Menurut Fithra, angka ini berpotensi memberikan tambahan kontribusi sekitar 0,25 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Prabowo dan Raja Yordania Berkomitmen Hadirkan Solusi Perdamaian Palestina

Di samping itu, kelanjutan proyek hilirisasi komoditas tambang seperti nikel dan bauksit juga diperkirakan dapat memberikan tambahan kontribusi sekitar 0,20 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, percepatan belanja infrastruktur juga diharapkan mampu menambah sekitar 0,15 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk mencapai target pertumbuhan 5,4 persen, seluruh sumber pendorong pertumbuhan perlu diaktifkan secara bersamaan. Tidak ada satu kebijakan yang dapat bekerja sendiri, sehingga berbagai instrumen kebijakan perlu berjalan secara terkoordinasi,” ujar Fithra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense