BREAKING NEWS
 

Buka Puasa Bersama, MES Perkuat Sinergi Pemangku Kepentingan Ekonomi Syariah

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 13 Maret 2026 21:48 WIB
Buka puasa bersama, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), di Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Dok. MES)

RM.id  Rakyat Merdeka - Momentum Ramadan dimanfaatkan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan melalui agenda buka puasa bersama, di Jakarta. Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang dituanrumahi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tersebut dihadiri Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum dan Ketua Harian PP MES terpilih, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah.

Ketua Umum PP MES, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Baca juga : Ketum Forum Zakat: Indonesia Berdaya Perkuat Sinergi Entaskan Kemiskinan

Rosan menyoroti dinamika global yang tengah berlangsung, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Menurutnya, kondisi tersebut memicu ketidakpastian harga energi serta volatilitas di pasar keuangan global.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, kita membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena membawa nilai keadilan, keseimbangan, serta keberpihakan kepada sektor riil,” ujar Rosan.

Adsense

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi luas dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, ulama, hingga organisasi masyarakat.

Baca juga : PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Pembangkit Aman Jelang Lebaran

“Ketika seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan bersama dalam satu semangat yang sama, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara itu juga mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan baru MES masih dalam tahap finalisasi dan ditargetkan dapat segera diumumkan dalam waktu dekat.

“Kepengurusan tersebut diharapkan membuat organisasi bergerak lebih dinamis, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga : Zulhas Perkuat Program Pangan Di Semua Daerah

Ketua Harian PP MES Ferry Juliantono menilai, masa depan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan syariah dan industri halal. Menurut Ferry, ekonomi syariah perlu masuk lebih dalam ke sektor riil sebagai kekuatan produksi, perdagangan, dan distribusi di tengah masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koperasi, ia juga menyoroti potensi besar koperasi pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi umat. Pesantren dinilai memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari sumber daya manusia, komunitas yang solid, hingga kebutuhan ekonomi yang nyata.

“Dari pesantren kita bisa membangun model pengembangan sektor riil ekonomi syariah, mulai dari produksi hingga jejaring usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense