BREAKING NEWS
 

Perputaran Uang Diproyeksi Rp 161 Triliun

Libur Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 16 Maret 2026 07:05 WIB
Sejumlah pemudik menunggu keberangkatan bus di agen bus kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026). Foto: NG PUTU WAHYU RAMA / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Perputaran uang selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp 148,4 triliun hingga Rp 161,9 triliun. Lonjakan konsumsi rumah tangga diyakini mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia.

Meski jumlahnya menurun 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, proyeksi tersebut setara dengan 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang.

Dalam perhitungannya, Sarman memperkirakan setiap keluarga membawa uang sekitar Rp 4,12 juta atau naik 10 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp 3,75 juta.

Baca juga : Kapolri Sapa Penumpang Dan Bagikan Bingkisan

Dengan asumsi tersebut, potensi perputaran uang selama periode mudik Lebaran diperkirakan mencapai Rp 148,4 triliun atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perputaran uang ini berpotensi naik, hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp 161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4,50 juta,” kata Sarman kepada Rakyat Merdeka, Minggu (15/3/2026).

Proyeksi tersebut, menurutnya, didukung langkah Pemerintah yang menggelontorkan sejumlah stimulus ekonomi untuk mendorong masyarakat melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Adsense

Stimulus tersebut antara lain diskon tarif transportasi sebesar Rp 911,6 miliar, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan pensiunan sebesar Rp 65 triliun, dorongan THR sektor swasta sebesar Rp 124 triliun, Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring dan kurir sebesar Rp 220 miliar, serta kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA).

Baca juga : KPK Beberkan Peran & Jatah Yang Diterima Travel Haji

“Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar,” ujarnya.

Perputaran uang tersebut diperkirakan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan memicu aktivitas di sejumlah sektor perekonomian seperti makanan dan minuman, transportasi, hingga pariwisata.

Bank Indonesia (BI) juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun untuk mendukung kelancaran transaksi selama periode mudik Lebaran.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Lebaran dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10 sampai 15 persen menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026, yang ditargetkan sebesar 5,4 sampai 5,5 persen,” urai Sarman.

Baca juga : Kampus Diminta Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Kadin mengingatkan Pemerintah agar melakukan persiapan dan mitigasi risiko secara cermat.

Salah satunya dengan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas tetap terpenuhi.

Hal tersebut dinilai penting seiring perkembangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta Israel yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dan gas di dalam negeri. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 16 Maret 2026 dengan judul "Perputaran Uang Diproyeksi Rp 161 Triliun Libur Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense