RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai terjadi pada 24 Maret 2026. Pemudik diminta mengatur waktu perjalanan serta memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) guna menghindari kepadatan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkirakan sekitar 285 ribu kendaraan akan kembali ke wilayah Jabodetabek melalui jalur tol mulai Selasa. Peningkatan volume kendaraan bahkan sudah mulai terlihat sejak Senin (23/3/2026).
Berdasarkan data lalu lintas, pada Shift 1 tanggal 23 Maret 2026 tercatat sebanyak 12.624 kendaraan melintas dari arah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Angka tersebut meningkat hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya mencapai 8.442 kendaraan.
Baca juga : Rest Area KM 52B Buka-Tutup, JTT Imbau Pemudik Atur Waktu Istirahat
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, JTT telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya mengoperasikan 22 gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama khusus untuk kendaraan menuju Jakarta. Selain itu, akses tambahan melalui GT Cikampek Utama 8 juga disiapkan guna mengurai kepadatan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata dan meminimalkan antrean di gerbang tol.
“Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata serta meminimalkan potensi antrean di gerbang tol,” ujarnya.
Baca juga : Kakorlantas Imbau Pemudik Tak Paksakan Pulang 24 Maret, Manfaatkan WFA
Di sisi lain, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way yang akan diberlakukan dari Gerbang Tol Kalikangkung dengan mempertimbangkan kondisi volume kendaraan di lapangan.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan pada puncak arus. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyarankan pemudik memanfaatkan kebijakan WFA agar perjalanan dapat tersebar.
“Kami imbau masyarakat untuk memanfaatkan waktu WFA agar dapat kembali pada 25, 26, atau 27 Maret,” katanya.
Baca juga : Waspada Lonjakan Arus Balik, Polri Imbau Manfaatkan WFA
Selain itu, pengguna jalan tol juga diminta bijak dalam menggunakan rest area. Waktu istirahat disarankan tidak lebih dari 30 menit agar dapat bergantian dengan pengguna lain, terutama saat kondisi padat.
Dengan potensi lonjakan kendaraan yang tinggi, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan dan kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan. Pengaturan waktu keberangkatan serta pemilihan lokasi istirahat yang tepat diharapkan dapat menjaga kelancaran arus balik Lebaran 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.