BREAKING NEWS
 

Asaki: Banjir Impor Keramik China-India Ancam Industri Nasional

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 24 Maret 2026 15:56 WIB
Foto: ASAKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri keramik nasional menghadapi tekanan berat pada awal 2026, terutama akibat ancaman serbuan impor dari China dan India di tengah kenaikan biaya produksi dalam negeri.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menilai potensi lonjakan impor tersebut dapat semakin menggerus daya saing industri nasional yang saat ini tengah tertekan oleh berbagai faktor internal.

Baca juga : Qatar Kecam Keras Serangan Rudal Iran di Kota Industri Ras Laffan

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto mengatakan, produk keramik dari China dan India berpotensi membanjiri pasar domestik seiring terganggunya pasar ekspor utama kedua negara tersebut, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Adsense

“Kondisi ini berbahaya karena industri keramik China dan India sedang mengalami kelebihan pasokan dan kapasitas produksi. Produk mereka bisa dialihkan ke Indonesia dengan harga yang lebih kompetitif,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (24/3/2025).

Baca juga : Kemenperin Perkuat Basis Data Industri Nasional Lewat SIINas

Dia mengingatkan potensi praktik perdagangan tidak sehat dari produk impor yang masuk dengan harga lebih murah berisiko menekan industri keramik nasional.

Selain itu, Asaki juga meminta stabilitas pasokan gas untuk industri keramik. Asaki pun mendesak pemerintah menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) gas, serta memprioritaskan pasokan untuk industri dalam negeri karena memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan investasi.

Baca juga : Sunnah Pakai Baju Terbaik Saat Idul Fitri, Tapi Tak Harus Baru

Tekanan semakin besar dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Asaki mencatat tingkat utilisasi industri keramik pada kuartal I-2026 hanya mencapai 70–72 persen, lebih rendah dari target 80 persen dan di bawah realisasi 2025 sebesar 73 persen

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense