Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Akindo: Impor 3,5 Juta Ton Kedelai Jamin Kepastian Pasokan Kedelai Nasional
Jumat, 27 Februari 2026 05:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia telah menyepakati kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah penguatan komitmen pasokan kedelai AS sebanyak 3,5 juta ton per tahun oleh Indonesia, untuk jangka waktu 5 tahun.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga menyatakan, Akindo mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat kerja sama dagang dengan Amerika Serikat melalui ART.
Baca juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Mudik Lebaran
“Komitmen pembelian kedelai merupakan bagian dari upaya untuk menjamin kepastian pasokan kedelai nasional, dan menjaga kelancaran distribusinya”, ujar Hidayatullah Suralaga, dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Hidayat mengungkapkan, selama ini AS merupakan mitra utama Indonesia dalam penyediaan kedelai. Kerja sama yang lebih terstruktur melalui ART, tambah Hidayat, diharapkan bisa memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor kedelai Indonesia pada tahun 2025 sekitar 2,56 juta ton, dimana 90 persen pasokan berasal dari AS.
Baca juga : Lindungi Pekerja SPPG, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Badan Gizi Nasional
Hidayat memaparkan, dengan kebutuhan kedelai nasional di kisaran 2,7–2,9 juta ton per tahun, komitmen hingga 3,5 juta ton per tahun membuka ruang bagi peningkatan konsumsi kedelai untuk memenuhi kebutuhan protein nabati.
Akindo melihat tambahan pasokan ini dapat diserap dan dimanfaatkan secara optimal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu juga membuka peluang bagi penguatan industri hilir dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menambah kapasitas produksi, meningkatkan daya saing dan mendorong ekspansi pasar ekspor melalui pengembangan produk olahan kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai, kecap, dan produk-produk turunan lainnya.
Baca juga : Nurdin Halid: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Perkuat Industri Nasional
“Komitmen ini dapat memperkuat ekosistem industri kedelai nasional. Dengan pasokan yang lebih terjamin, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Kerja sama perdagangan ini juga diharapkan bisa tetap sejalan dengan program peningkatan produksi kedelai dalam negeri untuk memenuhi target pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya