Dark/Light Mode

Qatar Kecam Keras Serangan Rudal Iran di Kota Industri Ras Laffan

Kamis, 19 Maret 2026 06:17 WIB
Kemlu Qatar (Foto: dok. MoFA Qatar)
Kemlu Qatar (Foto: dok. MoFA Qatar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Qatar mengecam keras dan menolak tegas serangan Iran terhadap Kota Industri Ras Laffan, yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan signifikan pada fasilitas tersebut, Kamis (19/3/2026).

Qatar menggambarkan serangan itu sebagai eskalasi berbahaya, pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara, serta ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan.

"Sejak awal, Qatar telah mengambil kebijakan untuk menjauh dari perang ini dan berkomitmen menghindari eskalasi. Namun, pihak Iran tetap menargetkan Qatar dan negara-negara tetangga dengan pendekatan yang tidak bertanggung jawab, merusak keamanan regional, dan mengancam perdamaian internasional," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar, Kamis (19/3/2026).

Kemlu Qatar menekankan, pihaknya telah berulang kali menyerukan agar tidak menargetkan fasilitas sipil dan energi, termasuk di wilayah Iran, demi menjaga sumber daya masyarakat kawasan dan melindungi perdamaian serta keamanan internasional. Namun, menurutnya, pihak Iran terus melanjutkan kebijakan eskalatif yang mendorong kawasan ke ambang krisis dan menyeret negara-negara yang tidak terlibat langsung ke dalam zona konflik.

Baca juga : Tolak Gencatan Senjata Dengan Musuh, Dubes Iran Puji Solidaritas Warga Indonesia

Kemlu Iran juga menegaskan, serangan ini merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. (2817). Terkait hal tersebut, Kemlu Iran kembali menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mengambil tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran serius ini dan menindak para pelakunya.

"Negara Qatar berhak untuk merespons sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hak membela diri sebagaimana dijamin oleh hukum internasional. Qatar tidak akan ragu mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya," pungkas keterangan tersebut.

Tanggapan QatarEnergy 

QatarEnergy membeberkan, serangan rudal Iran di Kota Industri Ras Laffan pada Rabu (18/3/2026) telah mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas Pearl GTL (Gas-to-Liquids).

"Beberapa fasilitas Gas Alam Cair (LNG) menjadi subjek serangan rudal, hingga menyebabkan kebakaran yang cukup besar dan kerusakan lebih lanjut yang luas. Tim tanggap darurat dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kerusakan. Tak ada korban yang dilaporkan dalam musibah ini," tulis QatarEnergy via X, Kamis (19/3/2026).

Arti Penting Ras Laffan 

Baca juga : THMP Kecam Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Yunus

Ras Laffan merupakan jantung ekonomi Qatar, sekaligus salah satu pusat energi paling vital di dunia. Kota industri ini terletak sekitar 80 km di utara Doha dan dikelola oleh QatarEnergy.

Pangkalan utama pemrosesan dan ekspor gas alam cair (LNG) Qatar ini mengolah gas yang berasal dari North Field, ladang gas non-asosiasi terbesar di dunia.

Ras Laffan juga memiliki salah satu pelabuhan buatan terbesar di dunia, yang mampu menampung kapal-kapal tanker raksasa untuk pengiriman energi ke pasar global di Asia dan Eropa.

Selain itu, Ras Laffan juga merupakan rumah bagi pabrik gas-to-liquid (GTL) terbesar dunia, kilang kondensat, serta fasilitas produksi petrokimia.

Baca juga : Pemerintah Kecam Kekerasan Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Pasar energi dunia sangat bergantung pada pasokan dari Ras Laffan. Gangguan produksi di kota industri ini dapat menyebabkan lonjakan  harga gas alam di pasar Eropa dan Asia. Banyak negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa mengandalkan LNG Qatar untuk pembangkit listrik.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.