BREAKING NEWS
 

MBG Kembali Berjalan Usai Lebaran, Pengawasan Keamanan Pangan Diperketat

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 31 Maret 2026 16:59 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi pasca Lebaran dengan penguatan sistem pengawasan keamanan pangan di seluruh tahapan produksi hingga distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga bagi para penerima manfaat.

Pada hari pertama operasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia I Kemayoran mendistribusikan sebanyak 3.298 porsi MBG. Distribusi dilakukan melalui sistem yang telah dievaluasi secara menyeluruh.

Kepala SPPG Harapan Mulia I Kemayoran, Fakhri Irfan Pribadi mengatakan, sebelum operasional kembali berjalan, pihaknya melakukan evaluasi internal dan eksternal guna memastikan standar layanan terpenuhi.

“Persiapan operasional pasca Lebaran diawali dengan evaluasi bersama BGN, mitra yayasan, dan relawan. Kami juga berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan terkait keamanan pangan,” ujar Fakhri, Selasa (31/3/2026).

Baca juga : Personel TNI Gugur Di Lebanon, RI Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat

Distribusi MBG hari pertama menjangkau tujuh sekolah dan satu posyandu dengan jadwal terstruktur, yakni SD pukul 07.00, SMP pukul 09.30, SMA/SMK pukul 11.00–12.00, serta posyandu pukul 09.00.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat sebelum distribusi. Setiap menu melewati uji organoleptik oleh KSPG dan ahli gizi untuk memastikan aroma, tekstur, dan kualitas sesuai standar.

Adsense

“Jika ditemukan ketidaksesuaian, makanan langsung ditarik dan tidak didistribusikan,” tegasnya.

Selain itu, sistem keamanan pangan diterapkan dari hulu ke hilir melalui standar personal hygiene dan metode HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi.

Baca juga : Sekjen DPD Tekankan Akselerasi Kinerja Dan Soliditas Organisasi

SPPG juga menerapkan kontrol ketat terhadap bahan baku. Jika bahan tidak memenuhi standar kualitas, maka akan dikembalikan kepada pemasok.

Evaluasi program dilakukan secara berkala, mencakup kualitas makanan, kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, edukasi gizi, hingga kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Untuk mengantisipasi risiko kesehatan, SPPG bekerja sama dengan sekolah dalam mendata alergi siswa. Menu makanan pun disesuaikan bagi penerima yang memiliki alergi tertentu.

Dari sisi SDM, sebanyak 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar, sesuai dengan petunjuk teknis program. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas relawan terus dilakukan secara berkala.

Baca juga : KPK: Pengalihan Tahanan Yaqut Bagian Strategi Penyidikan

Dengan pengawasan berlapis dan evaluasi berkelanjutan, program MBG diharapkan dapat berjalan optimal serta menjaga standar keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense