Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BBM Aman Selama Lebaran, Partai Beringin Acungi Jempol Ke Pemerintah
Jumat, 27 Maret 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja Pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026 mendapat apresiasi. Bahkan, politikus Golkar memberikan jempol atas kesuksesan ketersediaan BBM selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga mengatakan, keberhasilan Pemerintah atas ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026 layak diapresiasi. Selama perayaan Idul Fitri 1447 H tidak terjadi kelangkaan BBM.
“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, Pemerintah mampu menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” kata Lamhot di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Baca juga : Pasokan Energi Nasional Terjaga, Warga Diminta Bijak Pakai BBM
Alhasil, kata Wakil Ketua Komisi VII DPR ini, aktivitas masyarakat selama Lebaran, khususnya arus mudik dan balik, berjalan lancar.
"Stabilitas pasokan BBM ini tidak lepas dari kerja terukur BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat secara signifikan," tuturnya.
Lamhot mengungkapkan, konsumsi BBM selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami peningkatan. Terutama, kata dia, untuk jenis gasoline dan gasoil. Kenaikan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal
Meski terjadi lonjakan konsumsi, lanjut Lamhot, tidak ada gangguan signifikan di lapangan. Hal ini menunjukkan sistem distribusi yang dibangun Pemerintah mampu mengimbangi permintaan masyarakat.
“BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik, termasuk menjamin ketersediaan stok di berbagai wilayah, terutama di jalur-jalur strategis mudik,” katanya.
Lamhot juga menyoroti langkah antisipatif Pemerintah, seperti penambahan stok BBM di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, hingga penyediaan SPBU modular di titik-titik rawan kepadatan. Kata dia, strategi tersebut efektif mencegah kelangkaan BBM di daerah tujuan mudik.
Baca juga : Hindari Macet, Asyik Juga WFA Sambil Berwisata Ria
"Upaya antisipasi yang telah dilakukan Pemerintah harus terus dijaga dan ditingkatkan agar dapat terus menjaga ketersediaan stok BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat," sarannya.
Selain itu, Lamhot mengapresiasi koordinasi lintas sektor yang dilakukan Kementerian ESDM bersama BUMN energi dan aparat keamanan. Sinergi ini dinilai menjadi kunci kelancaran distribusi energi nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya