BREAKING NEWS
 

PGN Dorong BBG, Harga Stabil Rp 4.500 Dan Lebih Ramah Lingkungan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 1 April 2026 14:55 WIB
Foto: PGN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai solusi energi transportasi darat yang lebih ekonomis, efisien, dan ramah lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi ketersediaan dan harga energi dunia.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menegaskan, komitmen perusahaan dalam menyediakan akses energi yang andal dan terjangkau bagi masyarakat. “PGN berkomitmen mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dengan harga bersahabat, terutama di tengah tantangan global saat ini,” ujarnya.

BBG merupakan energi berbasis gas bumi domestik yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Melalui jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), distribusi BBG terus diperluas untuk sektor transportasi.

Baca juga : Earth Hour, BRI Dorong Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata di Lingkungan Kerja

Dari sisi harga, BBG ditetapkan stabil sebesar Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP) di seluruh SPBG. Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga dapat menekan biaya operasional kendaraan.

Lebih Ramah Lingkungan dan Efisien

Adsense

Selain ekonomis, BBG juga lebih ramah lingkungan. Emisi karbon yang dihasilkan tercatat hingga 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM, sehingga mendukung target pemerintah menuju net zero emission.

Penggunaan BBG juga berdampak positif terhadap performa kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin, sehingga berpotensi menurunkan biaya perawatan dan memperpanjang umur pakai kendaraan.

Baca juga : Krisis Timur Tengah: Singapura Tunda Pungutan Bahan Bakar Jet Ramah Lingkungan

PGN turut menggandeng komunitas pengguna BBG seperti Komunitas Mobil Gas (Komogas) untuk meningkatkan adopsi di masyarakat. Layanan bengkel keliling disediakan hingga 3 April 2026 di Kalimalang, Jakarta Timur, dan 6–10 April 2026 di SPBG Bogor.

Layanan ini mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan ke BBG secara mudah dan profesional.

Melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), dan 1 Mother Station (MS) untuk mendukung distribusi BBG.

PGN menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperluas pemanfaatan BBG. Optimalisasi energi domestik dinilai menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi energi global.

Baca juga : Bank Mandiri Region IV Jakarta 2 Salurkan 4.000 Paket Lebih Untuk Anak Yatim

“PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG. Kami berharap upaya ini dapat mendukung Indonesia menuju kemandirian energi,” tutup Fajriyah.

Dengan harga yang stabil, ramah lingkungan, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, BBG dinilai menjadi alternatif bahan bakar yang semakin relevan bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense