BREAKING NEWS
 

Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata

Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 8 April 2026 10:20 WIB
Foto: Astra.

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi ekonomi berbasis pelestarian alam terjadi di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Sumatera Barat. 

Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidup dari penebangan kayu kini beralih menjadi pelaku ekowisata dengan pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Perubahan tersebut salah satunya dipelopori oleh Ritno Kurniawan, yang dahulu bekerja sebagai penebang kayu di kawasan hutan.

Kini, ia menjadi penggerak utama pengembangan ekowisata di wilayah tersebut. Sebelumnya, mayoritas warga desa memperoleh penghasilan dari penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp 100 ribu per sekali angkut, rata-rata tiga kali dalam sepekan.

Baca juga : Sukses Cetak Sejarah, Takaichi Kian Menyala

Aktivitas ini tidak hanya berisiko tinggi terhadap keselamatan, tetapi juga berpotensi merusak kawasan lindung Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai yang meliputi jalur trekking, lubuk dan kolam alami, hingga arung jeram, Ritno mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung.

“Kawasan Nyarai memiliki potensi wisata alam yang besar. Sebelumnya sekitar 80 persen masyarakat bergantung pada penebangan kayu dengan risiko tinggi. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai beralih menjadi pemandu wisata dengan penghasilan rata-rata Rp 400–500 ribu per minggu,” ujar Ritno, Rabu (8/4/2026).

Adsense

Perubahan mulai terlihat setelah adanya dukungan dari program Desa Sejahtera Astra, yang memberikan pelatihan sumber daya manusia, penyediaan peralatan, serta pengembangan atraksi wisata seperti arung jeram.

Baca juga : Yayasan AHM Kembangkan Desa Sejahtera Astra Honda Di Ciamis

Dalam waktu sekitar tiga bulan, masyarakat mulai memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata alam. Saat ini, tercatat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang menjadi pengurus inti.

Sebagian besar merupakan mantan penebang kayu yang kini telah beralih profesi dan tersertifikasi sebagai pemandu.

Peningkatan aktivitas wisata turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pengembangan homestay, layanan pemandu, serta usaha pendukung lainnya.

Kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk dari Malaysia, turut meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin untuk Perkuat Ekosistem Usaha di Daerah

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

“Astra berkomitmen mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal. Pengembangan ekowisata di Nyarai menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Ke depan, Desa Sejahtera Astra Nyarai diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense