BREAKING NEWS
 

Kinerja Kuartal I-2026 Resilien, Arus Kas Operasi Elnusa Melonjak Signifikan

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 28 April 2026 13:47 WIB
PT Elnusa Tbk catat kinerja resilien Kuartal I-2026 dengan laba Rp 190 miliar. Arus kas operasi melonjak 267 persen, perkuat fondasi ekspansi jasa energi nasional.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk (ELSA), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, membukukan kinerja keuangan yang tangguh pada kuartal I-2026.

Perusahaan jasa energi ini berhasil memperkuat arus kas dan menjaga profitabilitas di tengah volatilitas industri energi global.

Hingga Maret 2026, Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 3,6 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 190 miliar.

Angka laba tersebut tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Disiplin biaya yang ketat juga mendorong peningkatan margin laba bersih menjadi 5,2 persen.

Kekuatan fundamental perusahaan tercermin pada arus kas operasi (CFO) yang melonjak tajam 267 persen menjadi Rp 1,04 triliun. Kondisi ini memperkuat posisi kas perusahaan menjadi Rp 3,39 triliun, memberikan ruang likuiditas yang cukup luas untuk rencana ekspansi strategis ke depan.

Baca juga : Kirim Kapal Induk Ke Timur Tengah, Trump Gertak Iran

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menyatakan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kinerja.

“Kami melihat Q1 2026 sebagai fondasi yang baik, terutama dari sisi arus kas dan efisiensi operasional. Ke depan, disiplin finansial dan selektivitas investasi menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Nelwin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kontribusi Segmen

Dari sisi portofolio, segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 64 persen terhadap total pendapatan.

Adsense

Disusul oleh jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28 persen dan jasa penunjang migas sebesar 8 persen.

Struktur neraca perseroan juga menunjukkan penguatan. Total aset Elnusa tercatat mencapai Rp 11 triliun, tumbuh 1 persen secara tahun berjalan (year-to-date/YtD).

Baca juga : Jelang Lebaran 2026, KAI Inspeksi Jalur Utara Dengan KAIS

Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat 4 persen menjadi Rp 5,5 triliun.

Inovasi Teknologi

 Untuk mendukung target produksi migas nasional, Elnusa tengah memperkuat keandalan operasional melalui implementasi teknologi terbaru.

Salah satunya adalah penggunaan 25.000 unit nodes Stryde dalam proyek survei seismik di Sulawesi Tengah.

Perseroan juga berencana melakukan investasi strategis pada peralatan eksplorasi dan produksi, termasuk penjajakan kemitraan untuk pengembangan unit fracturing.

Langkah ini mencakup program pelatihan khusus dan pengembangan laboratorium untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia.

Baca juga : Tinjau Bantaran Ciliwung, Pramono Pastikan Normalisasi Bakal Dilanjutkan

Sinergi dengan Pertamina Group terus diperdalam, terutama dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan alat inspeksi pipa migas nasional.

Dengan likuiditas yang kuat, Elnusa optimistis dapat menavigasi dinamika industri energi sepanjang tahun 2026 sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense