BREAKING NEWS
 

PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular Desa lewat Pengelolaan Biomassa

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Rabu, 29 April 2026 19:01 WIB
PLN EPI latih warga kelola limbah pertanian jadi biomassa di ITB. Program ESG ini dorong ekonomi sirkular desa dan perkuat pasokan energi bersih nasional

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero) memperkuat rantai pasok energi bersih berbasis masyarakat melalui pelatihan pengelolaan biomassa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, 28-30 April 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) guna mendukung transisi energi nasional.

Pelatihan bertajuk "Pelatihan Pengelolaan Biomassa Melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Perkebunan" tersebut diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari Kelompok Tani, BUMDes, serta Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) binaan PLN EPI.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Lombok Timur, Tasikmalaya, Cilacap, hingga Gunung Kidul.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan, program ini merupakan pendekatan sistematis perusahaan untuk memastikan keberlanjutan pasokan biomassa sebagai energi alternatif.

Biomassa memiliki peran strategis dalam program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menekan emisi karbon.

Baca juga : Menteri UMKM dan PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

“Melalui program TJSL ini, kami mendorong masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai bagian dari rantai pasok energi biomassa. Ini merupakan implementasi nyata ESG, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan aspek lingkungan,” ujar Mamit di Bandung, Selasa (28/4/2026).

Mamit menambahkan, substitusi sebagian batu bara dengan biomassa menjadi solusi efektif untuk menurunkan emisi tanpa harus membangun pembangkit baru secara masif. 

Peluang Ekonomi Baru

Program ini juga mencerminkan sinergi di internal PLN Group dalam membangun model transisi energi yang inklusif.

Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H. Setyawan, yang mewakili PT PLN (Persero), menyebut pemanfaatan limbah menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi warga desa.

Adsense

“Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujar Krisantus.

Dari sisi akademisi, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB Prof Zulfiadi menekankan keunggulan biomassa sebagai energi terbarukan dengan siklus karbon yang lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil.

Baca juga : Whoosh Dorong Ekonomi Wilayah dan Tekan Emisi, Dampaknya Makin Terasa

Menurut dia, daerah kini berpeluang bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen energi.

“Biomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Ke depan, daerah tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen energi berbasis biomassa yang mendukung kebutuhan nasional,” jelas Zulfiadi.

Dalam pelatihan ini, PLN EPI menghadirkan pemateri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ITB, dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI).

Tujuannya agar unit usaha biomassa di tingkat desa dapat berjalan profesional dan terstandarisasi sesuai ekosistem energi nasional.

Optimisme serupa disampaikan oleh Rismayadi, perwakilan Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur dari Desa Bojongkapol, Tasikmalaya.

Ia menilai limbah yang selama ini tidak terpakai kini memiliki nilai jual.

Baca juga : FIFA-PSSI Dorong Transformasi Sepakbola ASEAN Lewat Workshop Teknologi VAR

“Saya optimistis melalui pelatihan ini, limbah pertanian dan perkebunan dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi sumber energi yang bernilai, sekaligus meningkatkan perekonomian kelompok tani,” katanya.

Melalui inisiatif ini, desa kini diposisikan sebagai mitra strategis dalam produksi energi bersih.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional yang dibangun di atas fondasi kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense