RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (MODANTARA) mengapresiasi dukungan Pemerintah terhadap para mitra pengemudi transportasi online. MODANTARA juga menyampaikan pandangan terhadap rencana pembatasan potongan platform maksimal 8 persen.
MODANTARA mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap perlindungan pekerja transportasi online dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026.
Upaya Pemerintah memperluas jaminan sosial dan meningkatkan pendapatan mitra dinilai sebagai perhatian serta dukungan terhadap kesejahteraan mitra.
Direktur Eksekutif MODANTARA Agung Yudha menuturkan, kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra perlu disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi industri secara menyeluruh.
“Kami memahami semangat Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi, namun kebijakan harus berpijak pada data, realitas ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya dalam keterangan pers dikutip Minggu (3/5/2026).
Baca juga : Ibas Dorong Penguatan Diplomasi Bahasa dan Budaya RI-Korsel
Ia menjelaskan, sektor mobilitas dan pengantaran digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Industri ini melibatkan sekitar 2 hingga 4 juta mitra pengemudi aktif, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan.
Selain itu, sektor ini berkontribusi ratusan triliun rupiah setiap tahun terhadap perputaran ekonomi nasional. Layanan tersebut juga mendukung jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja di berbagai sektor yang bergantung pada logistik dan mobilitas.
Agung menilai isu kesejahteraan mitra tidak dapat disederhanakan hanya pada angka potongan platform. Ekosistem mobilitas digital memiliki struktur biaya yang kompleks, mulai dari teknologi, keselamatan, layanan pelanggan, perlindungan risiko, hingga investasi berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan.
“Batas potongan 8 persen mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat luas,” katanya.
Ia menjelaskan kebijakan pembatasan potongan platform hingga 8 persen berpotensi memengaruhi ruang operasional perusahaan. Kondisi ini dapat mendorong perubahan model bisnis secara signifikan dalam waktu singkat.
Baca juga : Sejahterakan Guru, Berikut Sederet Upaya yang Dilakukan Kemenag
Menurut dia, setiap platform memiliki model bisnis berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan mitra. Karena itu, fleksibilitas dalam skema pembagian hasil dinilai penting agar mitra tetap memiliki pilihan sesuai kebutuhan.
“Bagi hasil atau potongan platform tidak bisa diseragamkan seperti tarif parkir,” ucapnya.
MODANTARA juga melihat bahwa kebijakan satu angka potongan berpotensi memengaruhi dinamika industri. Beberapa dampak yang perlu diperhatikan antara lain penyesuaian harga layanan, perubahan strategi operasional, serta penurunan ruang inovasi.
Selain itu, pembatasan tersebut dinilai dapat memengaruhi keberlanjutan layanan di wilayah dengan margin rendah. Platform kemungkinan akan menyesuaikan operasional agar tetap efisien, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kualitas layanan.
Agung menambahkan secara global, rata-rata potongan platform berada di kisaran 15 hingga 30 persen. Oleh karena itu, kebijakan di Indonesia perlu diselaraskan dengan dinamika pasar global agar tetap menjaga daya saing investasi.
Baca juga : Dukung Kesehatan Masyarakat, Sido Muncul Luncurkan Portal Sido HerbalPedia
“Kita perlu melihat apakah kebijakan ini memperkuat penghasilan mitra atau justru berdampak pada kesempatan kerja,” ujarnya.
MODANTARA menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan kolaboratif dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang dan implementatif.
“Kami siap duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut MODANTARA, kebijakan yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, kepentingan konsumen, serta pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dengan pendekatan tersebut, ekosistem mobilitas dan pengantaran digital diharapkan tetap tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.