BREAKING NEWS
 

Ketelitian Laboratorium Donggi Senoro Jadi Kunci Bisnis LNG

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 21 Mei 2026 07:34 WIB
Laboratory Supervisor Donggi Senoro, Mohd. Taufiq (kanan) bersama Junior Engineer Donggi Senoro, Indah Fitriani Abdulah, dalam ajang sesi diskusi Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). (Foto: Fazry/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketelitian menjadi hal yang tak bisa ditawar dalam industri gas alam cair (liquefied natural gas/LNG). Sedikit saja kesalahan pengukuran komposisi gas dapat memengaruhi nilai energi dan berdampak langsung pada transaksi komersial bernilai besar.

Karena itu, PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menaruh perhatian serius pada pengelolaan laboratorium pengujian LNG.

Keandalan data hasil uji dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dan memastikan proses serah terima LNG berjalan adil bagi semua pihak.

Isu tersebut dibahas dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).

Dalam diskusi itu, standar mutu laboratorium migas menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian pelaku industri.

Laboratory Supervisor Donggi Senoro, Mohd. Taufiq, mengatakan seluruh proses penentuan kualitas dan kuantitas LNG bergantung pada hasil analisis laboratorium. Karena itu, akurasi pengukuran harus dijaga secara konsisten.

Baca juga : Konsumen Cerdas Jadi Kunci Daya Saing Produk

"Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat menyebabkan dampak finansial yang signifikan. Keandalan hasil uji sangat penting dalam proses serah terima kuantitas dan kualitas LNG demi menjamin keadilan nilai komersial bagi semua pihak," ujar Taufiq.

Menurut dia, perubahan kecil pada komposisi LNG akan memengaruhi nilai kalori (heating value) dan total kandungan energi dalam setiap kargo. Dampaknya bisa menjadi besar karena volume LNG yang diperdagangkan mencapai jumlah sangat besar.

Untuk menjaga mutu pengujian, DSLNG menerapkan standar ISO/IEC 17025:2017.

Standar internasional tersebut digunakan untuk memastikan sistem manajemen laboratorium berjalan sesuai prosedur dan hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu fokus utama berada pada pengawasan alat Gas Chromatograph (GC), yakni instrumen yang digunakan untuk mengukur kandungan hidrokarbon dalam LNG.

Adsense

Taufiq menjelaskan, laboratorium harus memastikan proses kalibrasi berjalan baik dan seluruh metode pengujian tervalidasi.

Baca juga : Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Tetap Jadi Prioritas

Selain itu, penggunaan Certified Reference Material (CRM) juga dilakukan untuk menjaga ketertelusuran hasil pengukuran.

Pada kesempatan yang sama, Junior Engineer Donggi Senoro, Indah Fitriani Abdulah, mengatakan penerapan standar tersebut tidak hanya berkaitan dengan alat, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia.

"Analis laboratorium kami wajib mengantongi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kompetensi dan performa mereka dimonitor serta dievaluasi secara berkala melalui tes kecakapan (proficiency test) dan uji korelasi," kata Indah.

Ia menambahkan, laboratorium menerapkan pembagian tugas yang jelas antara analis, penelaah, dan penyetuju hasil uji.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga objektivitas sekaligus kerahasiaan data. Seluruh data pengujian dan dokumen teknis disimpan secara digital dengan pengaturan akses tertentu.

Data juga dicadangkan secara berkala untuk mengurangi risiko kehilangan informasi penting. Selain itu, laboratorium rutin melakukan evaluasi ketidakpastian pengukuran (measurement uncertainty).

Baca juga : Kunjungi China, Ketum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Jajaki Ekspansi Bisnis

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil uji, mulai dari proses persiapan sampel hingga kualitas gas pendukung yang digunakan dalam alat pengukuran.

DSLNG juga secara berkala menjalani audit internal dan tinjauan manajemen untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar.

Bagi perusahaan, penerapan standar laboratorium membantu meminimalkan potensi sengketa dalam transaksi LNG.

Sementara bagi pembeli, akurasi hasil pengujian menjadi jaminan bahwa energi yang diterima sesuai dengan nilai yang dibayarkan.

Melalui penerapan ISO/IEC 17025:2017, DSLNG berupaya menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat posisinya di industri LNG kawasan Asia Pasifik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense