Dark/Light Mode

Kunjungi China, Ketum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Jajaki Ekspansi Bisnis

Minggu, 26 April 2026 19:26 WIB
Foto: Gerakan Dapur Indonesia.
Foto: Gerakan Dapur Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia, Nofalia Heikal Safar, melakukan kunjungan kerja ke China untuk menjajaki ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kolaborasi di sektor kuliner dan ketahanan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan tersebut berlangsung selama delapan hari, mulai 23 hingga 30 April 2026, dengan agenda di sejumlah kota, yakni Hong Kong, Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, hingga Beijing.

Nofalia Heikal Safar, yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan Garuda Biru Indonesia dan Yayasan Salman Peduli Berkarya, mengatakan kunjungan ini bertujuan mengikuti ajang Canton Fair atau China Import and Export Fair sebagai bagian dari pengembangan program Gerakan Dapur Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar China, khususnya komoditas rempah seperti lada, biji pala, kayu manis, cengkeh, jahe, dan kunyit.

“Indonesia merupakan pemasok terbesar kedua untuk lada dan terbesar pertama untuk biji pala ke Tiongkok. Produk lain seperti kemiri dan vanila juga memiliki potensi besar karena tingginya permintaan industri kuliner dan obat tradisional,” ujarnya.

Baca juga : Gandeng Christy Ng, Jotun Hadirkan Warna Inisiatif disetiap Sudut Ruang

Selain ekspor komoditas, Nofalia menjelaskan bahwa fokus utama penjajakan kerja sama saat ini adalah pembangunan infrastruktur dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar ekspansi restoran komersial.

Dalam hal ini, Gerakan Dapur Indonesia bersama Kadin Indonesia menjalin komunikasi dengan mitra di China untuk membangun 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

“Pengusaha dari China juga menawarkan investasi dalam pembangunan 1.000 dapur MBG berbasis gotong royong di Indonesia,” jelas Nofalia.

Ia menambahkan, kerja sama ini bertujuan memperkuat program pemerintah dalam ketahanan pangan sekaligus memperluas jaringan dapur sehat, baik di dalam negeri maupun melalui pembelajaran dari negara mitra.

Sebagai bagian dari promosi, Gerakan Dapur Indonesia juga memperkenalkan konsep dapur sehat melalui pameran miniatur, mulai dari Jakarta Fair hingga Canton Fair di Guangzhou.

Baca juga : Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman Hery Susanto, Tangan Diborgol-Pakai Rompi Pink

Konsep ini menampilkan alur produksi makanan bergizi, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

Selain itu, penjajakan kerja sama juga mencakup transfer teknologi dan standar operasional, termasuk penerapan teknologi dapur modern, sistem sanitasi, serta manajemen kuliner skala besar yang diadopsi dari praktik di China.

“Kerja sama ini menjadi fondasi bagi pelaku kuliner Indonesia untuk mempelajari manajemen dapur skala besar,” tuturnya.

Nofalia menegaskan bahwa Gerakan Dapur Indonesia memiliki pendekatan berbeda dengan konsep “Warung Indonesia” di China yang berorientasi pada bisnis kuliner komersial.

Ia juga mengungkapkan bahwa ekspansi ke China tidak lepas dari peran almarhum Tong Djoe, yang selama ini dikenal sebagai penghubung antara pelaku usaha Indonesia dan China.

Baca juga : RI Gandeng China Kembangkan SDM Industri Digital Dan AI

“Beliau sosok yang bekerja di belakang layar, tetapi jasanya besar bagi Indonesia,” imbuhnya.

Nofalia menambahkan, Tong Djoe telah lama berkiprah dalam berbagai sektor bisnis di Indonesia dan berperan dalam menjembatani hubungan dengan pelaku usaha China, termasuk dalam penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.