RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali memperluas akses pendidikan bagi generasi muda melalui Program Beasiswa SDM Sawit 2026.
Tahun ini, kuota penerima beasiswa ditingkatkan menjadi 5.000 orang, naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.000 penerima.
Peningkatan kuota tersebut menjadi yang terbesar sejak program pertama kali diluncurkan pada 2016 dan menegaskan komitmen BPDP dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Program Beasiswa SDM Sawit merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia yang secara konsisten dijalankan BPDP bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan lembaga pendidikan mitra.
Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 13.265 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 2 Juni 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
Pada penyelenggaraan tahun 2026, BPDP menggandeng 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 yang digelar di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menegaskan bahwa industri kelapa sawit tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah mengatakan, peningkatan kuota penerima beasiswa merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada. Tahun ini BPDP meningkatkan kuota penerima Beasiswa SDM Sawit menjadi 5.000 orang. Peningkatan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia dalam memperoleh pendidikan tinggi dan menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak industri sawit di masa depan," ujar Alfansyah.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 26 Mei 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kontribusi sektor sawit terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Sementara itu, Direktur Politeknik CWE, Nugroho Kristono menilai, sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan sektor perkebunan modern.
"Politeknik CWE bersama seluruh perguruan tinggi mitra BPDP berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing. Program Beasiswa SDM Sawit menjadi instrumen penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan pemahaman yang kuat terhadap industri perkebunan modern," katanya.
Nugroho menambahkan, keterlibatan 42 lembaga pendidikan mitra menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan talenta-talenta unggul yang mampu mendukung kemajuan dan keberlanjutan industri sawit Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Mucharam menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama keberlanjutan sektor kelapa sawit nasional.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 25 Mei 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
"Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas. Tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks, sehingga regenerasi talenta perkebunan harus dipersiapkan sejak sekarang. Program Beasiswa SDM Sawit menjadi langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia," ujarnya.
Program Beasiswa SDM Sawit 2026 diperuntukkan bagi peserta yang akan menempuh pendidikan jenjang Diploma (vokasi) dan Sarjana (S1) di 42 lembaga pendidikan mitra. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi generasi muda yang berasal dari keluarga pekebun, pekerja perkebunan, maupun masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.
Selain meningkatkan akses pendidikan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat regenerasi SDM perkebunan, meningkatkan kompetensi lulusan, mendukung pembangunan ekonomi di daerah sentra perkebunan, serta menjaga daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia di tingkat global.
Pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 akan dibuka mulai 3 Juni 2026. Calon peserta dapat memperoleh informasi lengkap mengenai persyaratan, jadwal, mekanisme seleksi, dan tata cara pendaftaran melalui laman resmi program.
Dengan kuota sebanyak 5.000 penerima dan dukungan 42 lembaga pendidikan mitra, BPDP berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak generasi muda Indonesia sekaligus memperkuat regenerasi sumber daya manusia perkebunan yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.