RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung rencana kerja sama perusahaan asal Malaysia, Maruss SDN BHD, dengan Jangkar Sinergi Group dan PERIKHSA dalam memasok amunisi sesuai ketentuan yang berlaku untuk kebutuhan senjata latihan, senjata api bela diri, serta penggunaan militer di Indonesia.
Menurut Bamsoet, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat logistik pertahanan nasional, meningkatkan transfer teknologi, membuka peluang investasi, sekaligus memperluas kolaborasi industri pertahanan di wilayah Asia Tenggara. Maruss merupakan produsen amunisi berlisensi yang berdiri sejak 2018 dan memiliki tiga lini usaha utama, yakni manufaktur amunisi, modernisasi senjata, serta pengadaan alat pertahanan.
Baca juga : Iperindo Dukung Penerapan B50 Industri Perkapalan & Sosialisasi Diperluas
"Pasokan amunisi yang terjamin sangat penting untuk mendukung latihan aparat, kebutuhan bela diri yang diatur sesuai ketentuan hukum, maupun kesiapan pertahanan negara. Yang jauh lebih penting, kolaborasi ini harus diarahkan pada transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia nasional," ujar Bamsoet, saat menerima CEO Maruss SDN BHD, Syafiq bin Mohd Razi, di Black Stone Lounge Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong banyak negara memperkuat ketahanan industri pertahanan dalam negeri. Konflik di berbagai kawasan dunia menyebabkan rantai pasok perlengkapan militer, termasuk amunisi, mengalami tekanan yang berdampak pada kenaikan harga maupun keterbatasan pasokan. Kondisi tersebut membuat banyak negara mempercepat pembangunan industri pertahanan dalam negeri melalui kolaborasi internasional yang saling menguntungkan.
Baca juga : Jakarta Jadi Panggung Kyrie Irving, ANTA Perkuat Budaya Basket di Indonesia
Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat pembangunan industri pertahanan nasional. "Kolaborasi lintas negara perlu diarahkan agar menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia melalui peningkatan kemampuan manufaktur, pengembangan riset, sertifikasi internasional, hingga terbukanya peluang ekspor produk pertahanan di masa depan," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, kebutuhan amunisi dalam negeri terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas latihan aparat keamanan, olahraga menembak, pendidikan, serta kebutuhan operasional pertahanan negara. Di sisi lain, perkembangan olahraga menembak di Indonesia juga menunjukkan tren positif. Berbagai kejuaraan nasional maupun internasional yang diselenggarakan setiap tahun mendorong meningkatnya kebutuhan amunisi berkualitas dengan pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif.
Baca juga : Maybank Dukung Pelaku Industri Percepat Transisi Hadirkan Ekonomi Rendah Karbon
"Keberadaan industri pendukung yang kuat akan membantu menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga menembak, kebutuhan latihan aparat penegak hukum, pemilik izin khusus senjata api bela diri, hingga kesiapan pertahanan negara. Semua itu harus tetap berada dalam pengawasan pemerintah dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.