Dark/Light Mode

Maybank Dukung Pelaku Industri Percepat Transisi Hadirkan Ekonomi Rendah Karbon

Rabu, 1 Juli 2026 08:57 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi (tengah), Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan (kedua kiri), Group Chief Sustainability Officer Maybank Datuk Shahril Azuar  Jimin (kiri) di acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Maybank Indonesia)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi (tengah), Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan (kedua kiri), Group Chief Sustainability Officer Maybank Datuk Shahril Azuar Jimin (kiri) di acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Maybank Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Group terus memperkuat komitmennya terhadap agenda keberlanjutan di tingkat ASEAN dengan memfasilitasi pelaku industri di Tanah Air untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan utama dalam sustainable finance, yaitu regulator, pelaku jasa keuangan dan pelaku industri.

Pada forum digelar Maybank Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dan panelis kunci, dan sejumlah keynote speaaker yaitu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Herman Saheruddin, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan dihadiri pelaku industri.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, transisi menuju ekonomi rendah karbon semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission (NZE)

Baca juga : Beniyanto Tamoreka Dukung Pengembangan E20, Perkuat Ketahanan Energi

“Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen mendukung agenda keberlanjutan melalui implementasi sustainable finance, kami mendorong pelaku industri untuk dapat mengelola risiko, menangkap peluang pertumbuhan, serta mengakses solusi pembiayaan yang mendukung transformasi bisnis berkelanjutan,” ujar Steffano dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026). 

Steffano menambahkan, Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku industri, guna membahas tantangan dalam implementasi sustainable finance serta peluang investasi ekonomi hijau.

Forum tersebut dibuka dengan sesi investment outlook yang membahas dampak perkembangan ekonomi dan geopolitik global terhadap prospek pertumbuhan Indonesia, strategi mobilisasi modal swasta untuk mempercepat investasi transisi, serta peran ekonomi rendah karbon dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.

Sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, Steffano menambahkan, Maybank Indonesia secara resmi memperkenalkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account (SRIA).

Baca juga : Laba BUMN Melonjak, Bukti Transformasi Ekonomi Nasional Danantara Efektif

Melalui solusi ini, nasabah tidak hanya memperoleh manfaat dari instrumen investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembiayaan proyek-proyek hijau yang mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Produk ini mencerminkan keyakinan Maybank Indonesia bahwa bisnis yang bertanggung jawab dan imbal hasil yang bermakna bukan dua hal yang bertentangan — melainkan dua tujuan yang sejalan.

Keberadaan Sustainable SRIA menegaskan posisi Maybank Indonesia yang terus berinovasi dalam menghadirkan solusi investasi yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dan keberlanjutan di pasar Indonesia.

Lebih lanjut Steffano menegaskan, bahwa integrasi isu keberlanjutan ke dalam lanskap finansial bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan regulasi (compliance), melainkan instrumen utama dalam menjaga daya saing bisnis baik di pasar nasional dan global.

Baca juga : Menteri Maman Siapkan 3 Jurus Percepat Transformasi Usaha Mikro

Dalam kesempatan tersebut, Group Chief Sustainability Officer Maybank Datuk Shahril Azuar Jimin menegaskan transisi menuju ekonomi berkelanjutan. bukan lagi agenda masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

Datuk menambahkan, meskipun perjalanan transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak akan mudah, meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan akan isu tersebut juga menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri, serta penciptaan nilai jangka panjang.

"Maybank telah menetapkan target mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM300 miliar hingga 2030 (setara dengan Rp 1.314 triliun, asumsi kurs RM1=Rp4.380), dan tetap berkomitmen untuk terus mendukung nasabah, industri, serta perekonomian di seluruh ASEAN," ujar Datuk.

Sejalan dengan misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia hadir bukan sekadar sebagai penyedia layanan keuangan, melainkan juga sebagai mitra strategis yang memberdayakan pelaku industri untuk menciptakan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.