BREAKING NEWS
 

Pertumbuhan Solid, Paket Stimulus Dikucurkan

Pemerintah Gaspol Ekonomi 8 Persen

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 5 Juli 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Berbagai kebijakan fiskal, stimulus ekonomi, hingga perluasan investasi disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen, melampaui proyeksi sejumlah lembaga internasional dan berada di atas rata-rata negara ASEAN.

Kinerja tersebut didukung inflasi yang terkendali, permintaan domestik yang kuat, surplus neraca perdagangan, aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif, serta cadangan devisa yang tinggi.

“Perekonomian Indonesia sudah dalam track yang positif. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pada semester II-2026, Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Airlangga, paket stimulus tersebut meliputi bantuan pangan, dukungan stabilisasi harga dan pasokan pangan bagi pelaku usaha tahu dan tempe, diskon transportasi, serta berbagai insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat selama libur sekolah hingga Natal dan Tahun Baru.

Baca juga : Nama Provinsi Jawa Barat Diusulkan Jadi Tatar Sunda

Pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program magang nasional mulai Juli 2026, program vokasi, dan reskilling bagi sekitar 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan.

Sementara itu, diplomasi perdagangan diperluas melalui berbagai perjanjian internasional, pembentukan financial center di Bali, serta pengembangan proyek energi hijau.

Airlangga menilai, kondisi global saat ini justru menjadi peluang bagi dunia usaha untuk memperluas investasi karena harga barang modal lebih kompetitif.

“Dalam situasi seperti ini biasanya capital goods itu menjadi sangat kompetitif atau relatif murah. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Jadi bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ini waktu yang sangat tepat,” ujarnya.

Adsense

Optimisme serupa disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai secara bertahap melalui penguatan ekspor, investasi, produktivitas nasional, serta sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

Pemerintah juga memperkuat pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Termasuk pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah eksportir dengan bunga yang kompetitif.

Baca juga : Hadapi Lonjakan Mobilitas Masyarakat, ASDP Gaspol Benahi Pelabuhan Ketapang

“Melalui LPEI, kita menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun. Bahkan 4 persen jika diperlukan demi pertumbuhan,” kata Purbaya.

Dia menegaskan laju pertumbuhan ekonomi akan terus ditingkatkan secara bertahap menuju kisaran 6 persen sebelum mencapai target 8 persen.

“Ketika global gonjang-ganjing saja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,” ujar Purbaya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai, sejumlah sektor berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru apabila didorong secara konsisten.

“Beberapa sektor yang dapat dioptimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru antara lain, industri pengolahan melalui manufaktur dan hilirisasi, ekonomi hijau dan biru, ekonomi digital, serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Esther, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan karena mampu menciptakan lapangan kerja formal, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor melalui hilirisasi sumber daya alam.

Baca juga : Pemprov Didorong Percepat Penyediaan Sepiteng Dan MCK

Pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, serta pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai memiliki prospek besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, Esther mengingatkan Pemerintah tetap perlu mewaspadai tingginya ketergantungan pertumbuhan ekonomi terhadap konsumsi rumah tangga.

“Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih banyak didorong oleh konsumsi rumah tangga, Pemerintah tetap harus mewaspadai risiko perlambatan output, meningkatnya pengangguran, serta bertambahnya beban fiskal akibat gejolak harga minyak global,” ujarnya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 5 Juli 2026 dengan judul "Pertumbuhan Solid, Paket Stimulus Dikucurkan Pemerintah Gaspol Ekonomi 8 Persen"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense