Dark/Light Mode

Peti Jenazah Khamenei Diperlihatkan

Warga Iran Menangis, Mencium Dan Bersujud

Sabtu, 4 Juli 2026 07:40 WIB
Pelayat berkumpul di sekitar peti jenazah mantan pemimpin agama Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Kamis (2/7/2026). (Foto: Kantor Pers Presiden Iran)
Pelayat berkumpul di sekitar peti jenazah mantan pemimpin agama Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Kamis (2/7/2026). (Foto: Kantor Pers Presiden Iran)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peti jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik pada Kamis (2/7/2026) malam. Kemun culan peti jenazah Khamenei di sam but tangisan serta lantunan slogan-slogan keagamaan dari ribuan pelayat yang memadati lokasi. 

Ribuan pelayat memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei yang meninggal dunia akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026. 

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), peti jenazah Khamenei terlebih dahulu dibawa ke kediamannya di Teheran untuk menjalani prosesi praupacara yang dihadiri anggota keluarga dan ribuan pelayat. Selanjutnya, peti jenazah yang di balut bendera Iran itu, diarak menuju Grand Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. 

Para pelayat yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam menangis, mencium, hingga bersujud di hadapan peti jenazah yang dihiasi bunga tulip merah khas Persia dan ornamen kupukupu putih. Kesempatan pertama untuk melihat peti jenazah diberikan kepada keluarga mendiang, anggota angkatan bersenjata, serta staf kantor Pemimpin Tertinggi Iran. 

“Prosesi ini menjadi kesempatan pertama bagi keluarga-keluarga terpilih dari mereka yang gugur dalam konfl ik untuk memberikan penghormatan terakhir,” kata juru bicara panitia seremoni pemakaman Ali Khamenei, Iman Attarzadeh, seperti dikutip AFP

Baca juga : 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Dan Gratifikasi 78 M

Panitia telah menjadwalkan upacara peringatan kenegaraan pada Jumat (3/7/2026) yang akan dihadiri kepala negara, pejabat senior, serta pemimpin agama dari berbagai negara. 

Prosesi untuk masyarakat umum kemudian dilanjutkan di Teheran pada 4-5 Juli 2026 sebelum jenazah dibawa ke kota suci Qom pada 7 Juli 2026. 

Sehari berikutnya, rangkaian penghormatan dijadwalkan berlangsung di Baghdad, Najaf, dan Karbala, Irak, sebelum prosesi pemakaman terakhir digelar di kompleks makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026. 

Pejabat Iran memperkirakan sebanyak 15 juta hingga 20 juta orang akan mengikuti seluruh rangkaian prosesi.

Jika terealisasi, jumlah tersebut akan menjadikan pemakaman Khamenei sebagai pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran. 

Baca juga : Sekjen Golkar Ajak NU Perkuat Kebangsaan

Untuk mengantisipasi lonjakan pelayat, Pemerintah Iran menetapkan hari libur nasional selama rangkaian acara, menutup kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran mulai Sabtu hingga Senin, serta memberlakukan pembatasan lalu lintas dan mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum. 

Panitia juga mengingatkan para pelayat agar menjaga kondisi kesehatan dan tetap terhidrasi mengingat suhu udara diperkirakan meningkat selama prosesi berlangsung. 

Sekitar 30 negara diperkirakan mengirimkan perwakilan untuk menghadiri pemakaman, termasuk Pakistan, China, dan Malaysia. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dijadwalkan mengunjungi Iran untuk menghadiri pemakaman sebelum melanjutkan lawatan ke Turki. 

Pemerintah China juga mengutus Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, He Wei, sebagai perwakilan resmi dalam prosesi tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan negaranya akan mengirim delegasi setingkat menteri. 

Baca juga : Gerindra Minta Kader Jaga Etika Sebagai Pejabat Publik

Di sisi lain, perwakilan Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa pemimpin baru Iran itu tidak akan menghadiri prosesi pemakaman karena masih adanya ancaman keamanan dari Israel. 

Iran Warning AS-Israel 

Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi memperingatkan, AS dan Israel agar tidak melakukan tindakan militer selama rangkaian penghormatan terakhir berlangsung. 

Menurut Abdollahi, angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons terhadap setiap bentuk agresi, termasuk apabila terjadi peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Selat Hormuz yang dinilai dapat memperburuk ketegangan regional. 

Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara gabungan AS dan Israel yang menghantam kediamannya di Teheran bersama sejumlah anggota keluarga inti. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.