BREAKING NEWS
 

PGN Garap Harta Karun Gas 9,7 TCF Di Tanjung Enim, Perkuat Ketahanan Energi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 6 Juli 2026 08:54 WIB
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta (kanan) menerangkan progres kesiapan PGN dalam pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman (kiri) saat kunjungan kerja di Stasiun Penerima Gas (SPG) Pagardewa, Jumat (3/7/2026). (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mempercepat pengembangan pemanfaatan coalbed methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber gas domestik non-konvensional.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan, pengembangan CBM di Tanjung Enim berpotensi membuka monetisasi sumber daya gas non-konvensional yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi alternatif diversifikasi pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik.

“Berdasarkan data Direktorat Jenderal Migas, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF) original gas in place (OGIP), dengan estimasi nilai potensi mencapai sekitar 15,4 miliar dolar AS,” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (6/7/2026).

PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial untuk pemanfaatan gas tersebut dengan target penyaluran yang dilakukan secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.

Baca juga : APK DEN Dan Utusan Khusus Presiden Bahas Ketahanan Energi

Menurut Arief, selain mengembangkan CBM, PGN juga mengoptimalkan potensi biomethane yang berasal dari limbah kelapa sawit serta synthetic natural gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar, khususnya di Sumatera Selatan.

Untuk mendukung pemanfaatan berbagai sumber gas tersebut, PGN membangun infrastruktur injection point sebagai titik pengumpulan gas sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi yang telah tersedia.

“Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Gas yang bersumber dari CBM, biomethane maupun sumber lainnya akan dikumpulkan sebelum dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” ujar Arief.

Adsense

Ia menambahkan, integrasi infrastruktur berbasis pipa (pipeline) dan non-pipa menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas penyaluran energi dari berbagai sumber gas domestik.

Baca juga : Jakarta Jadi Panggung Kyrie Irving, ANTA Perkuat Budaya Basket di Indonesia

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengatakan percepatan pengembangan CBM di Muara Enim memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Menurut Dudung, masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), namun seluruh pemangku kepentingan telah memiliki komitmen untuk mempercepat penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kantor Staf Presiden, lanjut dia, akan mendorong penyelesaian berbagai hambatan lintas sektor agar proyek pengembangan gas metana batubara di Muara Enim dapat segera memasuki tahap komersialisasi.

Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan beserta jajaran ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/7/2026).

Baca juga : Beniyanto Tamoreka Dukung Pengembangan E20, Perkuat Ketahanan Energi

Arief menyampaikan apresiasi atas dukungan KSP dalam mempercepat pengembangan infrastruktur gas bumi, termasuk membantu penyelesaian berbagai kendala koordinasi antarpemangku kepentingan.

Menurut dia, dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek strategis nasional di sektor energi sekaligus menghadirkan pasokan energi domestik yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.

“PGN berkomitmen terus mengawal kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya gas domestik, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” kata Arief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense