BREAKING NEWS
 

Bendungan Sidan & Keureuto Brantas Abipraya Diresmikan Perkuat Ketahanan Pangan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 11 Juli 2026 12:30 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Bendungan Sidan di Provinsi Bali dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang telah tuntas dibangun PT Brantas Abipraya (Persero) diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026).

Kehadiran kedua bendungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara keempat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/6/2026).

Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga : Indonesia-India Perkuat Benteng Energi Dan Migas

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Dian.

Ia menegaskan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya konstruksi yang berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.

Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaya saing, serta mampu mencapai swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia," katanya.

Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya terus dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, hingga infrastruktur lainnya.

Adsense

Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan senantiasa menghadirkan inovasi dan kualitas konstruksi terbaik guna mendukung pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Dian menekankan, melalui keberhasilan pembangunan Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara konstruksi.

Baca juga : Askrindo & Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Layanan Penjaminan

“Tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Brantas Abipraya berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, turut bangga atas diresmikannya Bendungan Sidan di Provinsi Bali dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang telah tuntas dibangun BUMN ini.

“Kehadiran kedua bendungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan, pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.

"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," kata Prabowo.

Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya memastikan pembangunan kedua bendungan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan mutu agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Baca juga : Jaga Kepercayaan Investor, Pemerintah Resmikan Sentra Karbon Kehutanan Indonesia

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.

Sebagai informasi, Bendungan Sidan hadir untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta m³. Fokus utamanya adalah menyuplai air baku sebesar 1,75 m³/s, melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km, mereduksi banjir 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 MW.

Sementara itu, Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur vital untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mengurangi risiko banjir dengan mereduksi banjir seluas 627 hektare (ha), serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Air baku berkapasitas 650 liter per detik bagi Kec. Paya Bakong, Kec. Tanah Luas, Kec. Pirak Timu, Kec. Matang Kuli, dan Kec. Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara. Serta juga potensi PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense