Dark/Light Mode

Penelitian Harus Mampu Beri Solusi Bagi Rakyat

Sinergi Pemerintah-Kampus Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 30 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menerima Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama jajaran wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa klaster agro di kediamannya di Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Instagram a.amran_sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menerima Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama jajaran wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa klaster agro di kediamannya di Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Instagram a.amran_sulaiman

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) mempercepat inovasi dan hilirisasi sektor pertanian.

Kolaborasi antara Pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ajakan tersebut disampaikan Amran saat menerima Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama jajaran wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa klaster agro di kediamannya di Jakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan itu membahas percepatan inovasi dan hilirisasi pertanian.

Menurut Amran, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian. Karena itu, sinergi antara Pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix perlu terus diperkuat.

“Kita membutuhkan kampus, Pemerintah dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Amran.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan Pemerintah sendirian. Hasil riset perguruan tinggi harus diterapkan di lapangan agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Baca juga : Gerindra: Swasembada Pangan Semakin Dekat

“Dari kampus lahir inovasi, teknologi dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” katanya.

Alumni Universitas Hasanuddin itu juga mendorong UGM memperluas kolaborasi di berbagai subsektor, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.

Untuk komoditas pangan, Amran meminta penguatan riset pengembangan kedelai dan bawang putih guna mengurangi ketergantungan impor, termasuk pengembangan bawang putih di Temanggung sebagai salah satu sentra produksi nasional.

Di sektor peternakan, Amran mendorong pengembangan teknologi semen beku, serta persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman guna menghasilkan ternak berproduktivitas tinggi.

“Kembangkan semen beku dan persilangan sapi agar menghasilkan produktivitas yang tinggi. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peternakan Indonesia,” ujarnya.

Kepala Badan Pangan Nasional itu juga mengingatkan agar penelitian di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Baca juga : Musda Golkar Sulsel, Appi Tegaskan Belum Kibarkan Bendera Putih

“Penelitian jangan hanya menjadi Scopus, tetapi harus memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, diskusi yang melibatkan seluruh unsur akademik menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional.

“Kami siap mendukung visi Kementerian Pertanian melalui riset, inovasi dan kolaborasi lintas disiplin yang berdampak bagi masyarakat,” kata Ova.

Usai pertemuan dengan civitas akademika UGM, Amran menerima kunjungan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu Hai Yien, di Kantor Kementerian Pertanian.

Dalam pertemuan itu, Indonesia menawarkan ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras ke Singapura sebagai bagian dari penguatan kerja sama pangan bilateral. “Kerja sama ini saling menguntungkan,” ujar Amran.

Selain beras, kedua negara membahas peningkatan perdagangan telur, daging ayam, kelapa, minyak sawit, serta kerja sama pertukaran teknologi pertanian.

Baca juga : Top, PLTP Kamojang Pasok Listrik Ke 260 Ribu Keluarga

Menurut Amran, rencana ekspor tersebut didukung kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini mencapai sekitar 5,1 juta ton. Sementara, kapasitas gudang Pemerintah hanya sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok masih disimpan di gudang sewaan.

Dia menjelaskan, skema ekspor yang sedang dijajaki akan dilakukan melalui kerja sama bisnis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta, bukan melalui mekanisme antar Pemerintah (government to government).

Grace Fu terkesan dengan kemajuan sektor pertanian Indonesia. Terutama peningkatan produktivitas yang didukung investasi pada riset, teknologi, benih, mekanisasi dan peralatan pertanian.

Menurutnya, sebagai negara yang mengimpor sebagian besar kebutuhan pangan, Singapura memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang berpotensi memperkuat pasokan pangan kawasan.

“Saya sangat senang menjajaki potensi kerja sama ini lebih lanjut. Pertemuan hari ini sangat produktif,” ujar Grace. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 30 Juni 2026 dengan judul "Penelitian Harus Mampu Beri Solusi Bagi Rakyat, Sinergi Pemerintah-Kampus Perkuat Ketahanan Pangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.