BREAKING NEWS
 

Rupiah Tertekan, Prof Didik Minta Gubernur BI Baru Lebih Agresif

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 27 Juli 2026 14:56 WIB
Prof Didik J. Rachbini. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menilai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru perlu mengambil peran lebih aktif dalam memimpin koordinasi lintas kementerian guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi.

Menurut Didik, meskipun pergerakan nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor di sektor riil, tanggung jawab utama menjaga stabilitas rupiah tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang.

“Nilai tukar naik dan turun ada di bawah tanggung jawab Bank Indonesia dan tentu pemerintah secara keseluruhan. Bank Indonesia-lah yang bertanggung jawab terhadap nilai tukar yang terpuruk pada saat ini,” kata Didik dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia mengatakan masih terdapat anggapan di ruang publik yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan Kementerian Keuangan. Padahal, menurutnya, pengelolaan stabilitas nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, meski pelaksanaannya membutuhkan sinergi dengan pemerintah.

Baca juga : Konflik Internal Berakhir, PPP Maluku Minta Kader Bersatu Lagi

Didik menilai gubernur BI yang baru akan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap upaya menjaga stabilitas rupiah. Namun, tugas tersebut tidak dapat dijalankan sendiri karena Undang-Undang mengharuskan BI berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, kementerian yang membidangi investasi, serta kementerian yang membidangi perindustrian.

Ia menjelaskan kekuatan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh kinerja perdagangan internasional, investasi, dan kebijakan fiskal. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas BI.

Adsense

“Koordinasi adalah keharusan dan mutlak menjadi tanggung jawab Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar. Gubernur Bank Indonesia yang baru tidak boleh pasif dalam koordinasi ini, tetapi perlu memainkan peran untuk memimpin koordinasi di depan dengan kementerian lain untuk memastikan nilai tukar tidak terpuruk seperti sekarang,” ujarnya.

Menurut Didik, kepemimpinan BI perlu bertransformasi sehingga tidak hanya berfokus pada kebijakan moneter, tetapi juga menjadi penggerak koordinasi nasional dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Baca juga : Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Ikut Awasi Dapur MBG

Ia mencontohkan penguatan cadangan devisa tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan BI karena sumber devisa berasal dari aktivitas sektor riil. Peningkatan ekspor, investasi, dan perdagangan internasional, kata dia, perlu dilakukan secara terpadu agar cadangan devisa semakin kuat dan mampu menopang stabilitas rupiah.

Didik menambahkan, ketika pelemahan nilai tukar dipicu oleh menurunnya cadangan devisa, defisit perdagangan, maupun defisit transaksi berjalan, BI tetap harus memimpin koordinasi bersama pemerintah untuk meningkatkan ekspor bernilai tambah, memperkuat industri berorientasi ekspor, mengendalikan impor tertentu, serta menarik investasi asing langsung.

“Tugas Bank Indonesia tidak cukup hanya menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter menaikkan dan menurunkan suku bunga. Ketika masalah nilai tukar kritis, BI harus tampil dalam kepemimpinan moneternya dan melakukan koordinasi dengan pemerintah,” katanya.

Ia juga menilai kebijakan moneter berupa kenaikan suku bunga belum mampu mengatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menurut Didik, kebijakan tersebut justru berpotensi mengurangi likuiditas, menekan sektor riil, dan mendorong perpindahan dana ke instrumen keuangan berbunga tinggi.

Baca juga : Indeks Hijau Tapi Sentimen Lemah

Karena itu, ia menilai diperlukan perpaduan instrumen moneter dan nonmoneter yang didukung transformasi kepemimpinan Bank Indonesia agar upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dapat berjalan lebih efektif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense