RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai industri maintenance, repair, and overhaul(MRO) berpotensi menjadi mesin baru penciptaan lapangan kerja di Indonesia melalui transformasi tenaga kerja menuju pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Wakil Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam mengatakan, pengembangan industri MRO dapat menjadi bagian dari reformasi ketenagakerjaan nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan kebutuhan tenaga kerja di masa depan.
"Industri MRO ini sebenarnya bisa mendorong pergeseran tenaga kerja dari pekerjaan seperti operator pabrik menjadi pekerjaan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, seperti teknisi, engineer, supervisor, dan lain sebagainya," kata Bob pada acara Konferensi Pers Pre-Rakerkonas APINDO ke-XXXV di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Baca juga : UNIDO: Industri Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi pasar MRO yang sangat besar karena didukung oleh populasi alat transportasi yang terus bertambah.
Bob menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 600 pesawat komersial, sekitar 2.000 pesawat kecil, 15 juta hingga 27 juta kendaraan roda empat, sekitar 150 juta sepeda motor, serta sekitar 30.000 kapal barang dan kapal nelayan yang membutuhkan layanan perawatan secara berkala.
"Ini potensi yang luar biasa untuk industri MRO. Cuma industrinya memang belum optimal di Indonesia," ujarnya.
Baca juga : Menag: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Episentrum Peradaban Dunia Islam
Ia menilai penguatan industri MRO tidak hanya mampu membuka lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis lebih tinggi.
Karena itu, Apindo mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan turut memperhatikan pembangunan ekosistem yang mendukung pengembangan industri tersebut.
"Kita berharap ada transformasi ketenagakerjaan dan ini tentunya membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Di dalam pembahasan Undang-Undang kita juga bahas mengenai bagaimana membangun ekosistem ketenagakerjaan termasuk pendanaannya," ujar Bob.
Baca juga : Dedikasi Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan Bagi Warga Pegunungan Toraja Utara
Selain pengembangan MRO, Apindo juga menilai regulasi ketenagakerjaan ke depan harus mampu mengantisipasi perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta transisi menuju ekonomi hijau.
Menurut Bob, Indonesia perlu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif agar mampu bersaing dengan negara lain dalam menarik investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor-sektor masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.