Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Layanan Tetap Prioritas
- Laba Bersih BCA Naik Rp 29,5 Triliun, Kredit Tembus 8 Persen di Semester I-2026
- Zinedine Zidane Resmi Tangani Timnas Prancis
- KPK: Dugaan Korupsi di Pemkot Bengkulu Terkait Pengelolaan Limbah Kesehatan
- Kapolda-Pangdam Jaya Sambangi Pangkormar, TNI-Polri Kompak Jaga Jakarta Kondusif
UNIDO: Industri Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI
Selasa, 28 Juli 2026 16:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menilai pembangunan industri hijau dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Perwakilan UNIDO untuk Indonesia, Filipina, dan Timor-Leste, Marco Kamiya mengatakan, Indonesia telah menunjukkan bahwa transformasi industri yang berkelanjutan bukan hanya dapat diwujudkan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.
"Indonesia telah menjadi salah satu negara terdepan dalam implementasi Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP), yang menunjukkan bahwa transformasi industri berkelanjutan dapat dicapai sekaligus memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Marco saat peluncuran Eco-Industrial Parks (EIP) Center Gedung PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Baca juga : Menag: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Episentrum Peradaban Dunia Islam
Menurut Marco, peluncuran EIP Center menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia membangun sektor industri yang lebih hijau, tangguh, dan kompetitif. Pusat tersebut dibentuk untuk mempercepat penerapan konsep kawasan industri berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, serta peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan, EIP Center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan platform nasional yang menghubungkan pemerintah, kawasan industri, pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan untuk mempercepat transformasi industri.
UNIDO bersama Kementerian Perindustrian menjalankan pengembangan kawasan industri hijau melalui Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) dengan dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Baca juga : Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional
Marco mengatakan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kawasan industri hijau kini menjadi salah satu rujukan penting bagi komunitas Eco-Industrial Park di tingkat global.
Ke depan, UNIDO berharap EIP Center dapat berkembang menjadi institusi nasional yang terus memperkuat daya saing industri Indonesia melalui peningkatan efisiensi sumber daya, penerapan prinsip ekonomi sirkular, aksi mitigasi perubahan iklim, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Peluncuran EIP Center bukanlah akhir dari pekerjaan kami, melainkan awal dari babak baru. Kami berharap pusat ini menjadi institusi nasional yang mampu memperkuat daya saing industri Indonesia sekaligus memajukan efisiensi sumber daya, aksi iklim, ekonomi sirkular, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Marco.
Baca juga : Purbaya Siapkan PFII Jadi Mesin Baru Pembiayaan Global RI
Ia menegaskan, UNIDO akan terus mendukung Indonesia dalam transformasi kawasan industri agar menjadi lebih efisien, bertanggung jawab terhadap lingkungan, berdaya saing secara ekonomi, serta memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
"Melalui kerja sama ini, kita dapat membuktikan bahwa pembangunan industri berkelanjutan bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kemakmuran jangka panjang," ujar Marco.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya