RM.id Rakyat Merdeka - Merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-28, Metrocom mengajak seluruh karyawan memperkuat kebersamaan dan terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan RUNNECTED28 — Connected Miles, Shared Success yang digelar di Sarinah, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Sekitar 350 karyawan mengikuti kegiatan lari sejauh 2,8 kilometer dengan rute Sarinah-Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah. HUT Metrocom sebenarnya jatuh pada 28 Juli. Namun, perayaan tahun ini digelar pada 9 Agustus dengan konsep berbeda.
Lari bersama dipilih sebagai sarana mempererat hubungan antarkaryawan sekaligus menghadirkan pengalaman baru. Ketua Panitia RUNNECTED28, Triska Sangka, mengatakan kegiatan tersebut merupakan acara lari pertama yang digelar Metrocom.
“Kenapa dipilih running? Karena Metrocom belum pernah membuat acara running sebelumnya. Ini merupakan acara running pertama dan kali ini kami membuatnya dalam konsep outdoor,” ujar Triska dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Selain lari bersama, perayaan HUT ke-28 Metrocom diisi pemotongan tumpeng, pembagian doorprize, serta pemberian penghargaan kepada karyawan berprestasi.
Menurut Triska, seluruh rangkaian kegiatan tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun, tetapi juga diharapkan semakin mempererat kebersamaan seluruh karyawan. “Harapannya Metrocom sukses, semakin jaya, menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Presiden Komisaris Metrocom, Indra Pattiasina, mengatakan perjalanan perusahaan selama 28 tahun tidak terlepas dari kerja bersama seluruh karyawan. Metrocom didirikan pada 1998, ketika Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi.
Dari kondisi sulit tersebut, perusahaan kemudian berkembang menjadi grup usaha dengan berbagai entitas dan spesialisasi di bidang teknologi. Indra menegaskan, tidak boleh ada pihak yang merasa lebih atau kurang dalam sebuah organisasi. Sebab, kemajuan perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.
Memasuki usia ke-28, Indra menilai momentum ulang tahun bukan sekadar perayaan. Lebih dari itu, menjadi kesempatan bagi Metrocom untuk melakukan “start ulang” menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.
“Perjalanan ini tidak berhenti sampai hari ini. Ini sebenarnya justru momentum tahun ini, ini adalah kita baru mulai. Kita start ulang,” ujar Indra.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan masa lalu. Jika sebelumnya perubahan teknologi terjadi dalam rentang lima atau 10 tahun, kini inovasi baru dapat muncul setiap tahun, enam bulan, bahkan setiap bulan.
Artificial Intelligence (AI), cloud, data, hingga teknologi quantum, kata Indra, menjadi bagian dari perkembangan yang harus dipahami dan diantisipasi perusahaan teknologi. Karena itu, dia mengingatkan seluruh karyawan, terutama generasi muda, agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan.
“Tidak ada kata-kata bahwa kita berhenti belajar. Tidak. Kita harus selalu belajar,” tegasnya.
Indra menambahkan, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi akan terus mengubah cara perusahaan bekerja. Dia juga mengajak seluruh karyawan berpartisipasi dalam perubahan dan terus berkembang bersama MGS Group.
“Tidak ada satu pun perusahaan yang sukses karena individual, atau dua orang, atau tiga orang. Semuanya karena kita semua,” katanya.
Presiden Direktur Metrocom, Bobby Sangka, kembali mengisahkan perjalanan awal perusahaan yang dibangunnya bersama Indra Pattiasina pada 1998. Sebelum mendirikan usaha sendiri, Bobby bekerja di Nova Sprint Consulting, perusahaan asal Singapura. Sementara Indra bekerja di IBM.
Krisis moneter yang melanda Indonesia kala itu membuat keduanya khawatir perusahaan tempat mereka bekerja menghentikan operasionalnya di Indonesia. Kondisi tersebut kemudian mendorong keduanya membangun usaha sendiri.
“Pada saat krisis moneter itu, kita khawatir bahwa tempat kita bekerja itu akan tutup operasional di Indonesia, sehingga kita buat usaha,” ujar Bobby.
Di masa awal, keduanya bahkan masih turun langsung menangani pekerjaan teknis. “Saya dan Pak Indra itu masih pakai dasi, buka-buka komputer pakai dasi kita,” kenangnya.
Proyek pertama perusahaan diperoleh dari Kejaksaan Agung pada 1998 hingga sekitar 2000. Dari titik tersebut, perusahaan terus berkembang dan membangun sejumlah entitas dengan spesialisasi di bidang teknologi.
Bobby mengatakan, saat ini Metrocom memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, termasuk IT security dan Google Cloud Platform. Sementara Metrocom menjalankan peran sebagai system integrator dengan beragam solusi teknologi.
“Kita menjadi perusahaan IT yang terbesar di Indonesia,” kata Bobby mengenai harapannya terhadap Metrocom ke depan. Perubahan teknologi juga menjadi perhatian utama Metrocom.
Bobby mengatakan, perusahaan kini telah memiliki divisi khusus AI dan tengah mengembangkan sejumlah produk berbasis teknologi tersebut untuk dipasarkan. Pemanfaatan AI juga mulai diterapkan dalam kegiatan internal perusahaan, antara lain di bidang sumber daya manusia (HR), keuangan, hingga project management.
Menurut Bobby, penggunaan AI akan semakin luas karena teknologi tersebut dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan kinerja.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.