Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banyak Kereta Berusia 40 Tahun
DPR Beri Lampu Hijau PT KAI Impor KRL Bekas Dari Jepang
Jumat, 25 September 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan memberikan lampu hijau ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan impor 23 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Alasannya, banyak kereta berusia 40 tahun dan waktunya proses pergantian.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan, pihaknya menyetujui pengadaan sarana kereta bekas dari Jepang sebagai solusi mengatasi keterbatasan sarana transportasi publik saat ini. Namun, PT KAI tetap diminta untuk memperkuat industri dalam negeri melalui sinergi dengan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk meningkatkan standar kesiapan teknologi dan manufaktur nasional.
“Pengadaan sarana bukan baru ini (bekas) sebagai solusi transisi untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian khususnya KRL di Jabodetabek," ujar Andre dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026) malam.
Andre mendorong peningkatan technology readiness levels atau tingkat kesiapan teknologi dan manufacturing readiness atau kesiapan manufaktur level PT INKA hingga mencapai level 9 secara proper. "Baik dalam kapasitas, kualitas, teknologi, dan daya saing industri nasional," ujar politisi Gerindra ini.
Diketahui, level 9 PT INKA adalah kapasitas, kualitas, teknologi, serta daya saing perusahaan kereta milik negara itu dapat meningkat secara optimal dan mandiri di masa depan.
Baca juga : Pemimpin Sejati Pikirkan Generasi Baru, Bukan Pemilu
Sementara itu, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya berencana mengimpor kereta bekas dari Jepang dalam rangka transisi produksi dalam negeri yang masih belum memadai. Kereta bekas tersebut didatangkan tetap melalui proses seleksi dan harus memiliki riwayat penggunaan yang baik dan telah menjalani refurbishment atau pembaruan.
"Impor kereta bekas ini kebutuhan mendesak, karena kondisi sejumlah KRL sudah banyak yang berusia 40 tahun ke atas," ujar Bobby di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026)
Bobby beralasan, impor kereta bekas ini menjadi pilihan yang lebih baik karena tidak membutuhkan waktu yang lama.
Karena ketika sudah disetujui maka hanya butuh satu sampai dua bulan. Sedangkan impor kereta baru membutuhkan waktu satu hingga dua tahun dan dapat mengganggu produksi kereta dalam negeri. "Kalau bekas ini hanya untuk transisi," tandasnya.
PT KAI, sebut Bobby, akan mengimpor sebanyak 23 rangkaian KRL. Rinciannya tujuh KRL SF12 dan 16 KRL SF8 yang akan menggantikan sejumlah KRL berusia lebih dari 40 tahun.
Baca juga : NasDem Rombak Jajaran Pengurus Inti DPW Aceh
"Kenapa kami bedakan SF-nya? Karena masih ada peron-peron di stasiun kita yang tidak siap dengan 12 gerbong," sebut dia.
Bobby menambahkan, kereta yang akan diimpor dari Jepang itu direncanakan bisa dipakai selama 10 tahun ke depan sambil memperbaiki dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
"Segera kita lakukan (pergantian) karena sudah banyak komplain (dari pengguna jasa)," kata dia.
Bobby menjelaskan, saat ini KAI memiliki 92 trainset dengan usia rata-rata sekitar 41 tahun dan memasuki masa penggantian.
Di usia tersebut, suku cadang mulai sulit diperoleh, sementara kondisi logam kereta mulai mengalami fatigue atau kelelahan material. "Sampai dengan tahun 2031, kita itu harus mengganti 87 trainset dengan yang lain,” sebut dia.
Baca juga : OJK Ingatkan 15 Bank Jangan Perang Bunga
Padahal, kata dia, jumlah pengguna KRL diproyeksikan terus meningkat. Pada 2040, jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai 2,5-3 juta orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mengganti armada lama, PT KAI membutuhkan sekitar 200 trainset. Namun, produksi dalam negeri belum mampu mengejar kebutuhan tersebut.
"PT INKA saat ini baru mampu memproduksi sekitar tiga trainset per tahun. Kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi lima trainset pada 2027," kata dia.
Bobby melanjutkan, kekurangan armada kereta bahkan sudah terasa pada 2026. Kekurangannya mencapai 13 kereta, ditambah dengan keterlambatan produksi PT INKA sebanyak sembilan kereta. "Jadi total kekurangan tersebut menjadi 22 kereta," pungkasnya. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 25 September 2026 dengan judul "Banyak Kereta Berusia 40 Tahun DPR Beri Lampu Hijau PT KAI Impor KRL Bekas Dari Jepang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya