RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,42 persen ke level Rp 17.821 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan pada Jumat lalu di Rp 17.897 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,32 persen, won Korea Selatan minus 0,63 persen, yuan China menguat 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, baht Thailand naik 0,18 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,07 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,15 persen ke level 99,57. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,34 persen ke level Rp 24.032, terhadap dolar Australia turun 0,39 persen ke level Rp 12.586, dan terhadap euro stagnan ke level Rp 19.950.
Baca juga : Cadev Turun Sedikit, Tapi Aman
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh data cadangan devisa (Cadev) Indonesia yang hanya turun tipis pada Juli juga tidak memberikan tekanan berarti terhadap rupiah.
“Dari sisi eksternal, dolar AS bergerak cenderung datar, sementara harga minyak mentah dunia terkoreksi tipis sehingga turut menopang mata uang negara berkembang,” ucapnya, Senin (10/8/2026).
Pelaku pasar selanjutnya akan mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls/NFP) Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Baca juga : Rupiah Tergelincir Ke Rp 17.933, Pasar Pantau Ketegangan Timur Tengah
“Pergerakan rupiah pada awal pekan ini dipengaruhi hasil data NFP AS, perkembangan dolar AS, serta respons pasar terhadap data ekonomi domestik,” jelasnya.
Lukman menyebut, pada perdagangan hari ini, investor akan mencermati Survei Kepercayaan Konsumen Indonesia untuk melihat kondisi permintaan domestik dan prospek konsumsi masyarakat.
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp 17.800-Rp 17.950 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.