Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,16 persen ke level Rp 18.026 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan, Selasa (4/8/2026). Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.997 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas juga melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,05 persen, ringgit Malaysia melemah 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,03 persen, yen Jepang terkoreksi 0,30 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,50 persen.
Baca juga : KSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Aman Sepanjang Kuartal II 2026
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia naik 0,11 persen ke level 99,89. Rupiah tercatat menguat 0,24 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.192, stagnan terhadap euro di level Rp 20.128, serta menguat 0,47 persen terhadap dolar Australia menjadi Rp 12.637.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini cenderung mendatar dengan kecenderungan melemah terbatas. Menurut dia, penguatan dolar AS didorong oleh data aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp 17.983 Per Dolar AS
“Investor juga cenderung wait and see menantikan sejumlah data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang akan dirilis pekan ini,” kata Lukman di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya