BREAKING NEWS
 

Dorong Pembangunan Ekosistem Emas Berstandar Internasional

Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 21 Agustus 2026 09:46 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto diapit Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Ketua Umum IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) saat meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: dok. Pegadaian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri nasional. Peresmian diselenggarakan di BSI Tower Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pembentukan IBMA sejalan dengan peluncuran kegiatan usaha bullion (Layanan Bank Emas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

 

Foto: dok. Pegadaian


Setelah satu tahun berjalan, kinerja bank bullion mendapatkan responspositif dari masyarakat. Respons positif ini tak hanyamenguatkan fondasi, tetapi juga menunjukkan besarnya potensi ekosistem bullion Indonesia.

Baca juga : Diungkap Airlangga, 1.800 Ton Emas Masih Disimpan Di Bawah Bantal

Saat ini, bullion bank di Indonesia telah mengelola lebih dari 170 ton emas, sebanyak 153 ton di antaranya dikelola oleh Pegadaian.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu terobosan strategis yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Peresmian yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti yang juga merupakan Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo ini disaksikan oleh 11 founder IBMA yang diwakili oleh masing-masing Direktur Utama perusahaan.

Peresmian tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, Dewan Komisioner OtoritasJasa Keuangan (OJK) sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Dicky Kartikoyono, Chief Economist BPI Danantara Reza Yamora Siregar, Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo Januardhi Effyandono, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya, perwakilan World Gold & Malaysia Gold Association, dan tamu undangan lainnya.

Baca juga : IBMA Dibentuk, Industri Emas Nasional Perkuat Pasar Bulion

Sebagai salah satu produsen emas terbesar, Indonesia memiliki fondasi geologis yang sangat kuat untuk menjadi pusat pasar bullion. Namun, selama ini, potensi tersebut belum teroptimalkan karena belum adanya lembaga tunggal yang menyatukan para pelaku usaha dan menetapkan standar industri yang seragam. 

IBMA hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut. Bertindak sebagai mitra strategis regulator, asosiasi ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu hingga ke hilir, meliputi sektor pertambangan, jasa keuangan, serta pemurnian (refinery), manufaktur & jasa pendukung bisnis lainnya sejalan dengan tujuan Asta Cita pemerintah.

Saat ini, IBMA beranggotakan PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler) dan PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) serta PT Laku Emas Indonesia. 

Pilar Kunci Transformasi Ekonomi

Pemerintah menempatkan pengembangan pasar bullionsebagai pilar kunci transformasi ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029, sejalan dengan agenda hilirisasi dalam visi Asta Cita.

Adsense

Baca juga : Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya IBMA

Berdasarkan data World Gold Council, produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia penghasil emas.

Potensi hulu yang melimpah ini didukung oleh tren global permintaan investasi emas melalui ETF, serta pembelian emas batangan dan koin yang terus melonjak ke level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Melalui integrasi IBMA, proses hilirisasi komoditas emas dipastikan berjalan lebih cepat, instrumen keuangan berbasis emas (seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas) akan semakin beragam, serta tercipta deeper market dengan tingkat likuiditas yang jauh lebih tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense