RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus memperkuat layanan inklusif bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KCIC mencatat telah melayani sekitar 9 ribu penumpang prioritas pengguna Whoosh.
Secara kumulatif, jumlah penumpang prioritas yang telah mendapatkan layanan Whoosh sejak 2025 mencapai sekitar 24 ribu orang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, penumpang prioritas atau key passenger merupakan mereka yang membutuhkan perhatian maupun bantuan khusus selama perjalanan. Kelompok tersebut antara lain lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil, serta penumpang dengan kondisi tertentu.
Baca juga : Ke Bandung Great Sale Naik Whoosh, KCIC Beri Diskon 20 Persen
“Whoosh merupakan layanan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian khusus, KCIC menghadirkan layanan secara end-to-end, mulai dari pendampingan di stasiun keberangkatan, menuju gate dan peron, proses naik ke kereta, pendampingan selama perjalanan, hingga kembali dibantu saat tiba di stasiun tujuan. Layanan ini juga didukung berbagai fasilitas aksesibel agar perjalanan dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan mudah,” ujar Eva.
Untuk menunjang kenyamanan penumpang prioritas, sejumlah fasilitas aksesibel tersedia di berbagai stasiun Whoosh. Fasilitas tersebut meliputi lift, tactile paving atau jalur pemandu, toilet ramah disabilitas, gate berukuran lebih lebar, kursi roda, ramp, serta kursi tunggu prioritas.
Di dalam rangkaian Whoosh juga tersedia 32 kursi prioritas atau PRM yang berada di ujung kereta, dekat dengan pintu. Penempatan tersebut ditujukan untuk memudahkan penumpang prioritas saat keluar dan masuk kereta. Whoosh turut menyediakan toilet ramah disabilitas dengan ruang yang memungkinkan pengguna kursi roda melakukan manuver.
Baca juga : Program Prioritas Presiden Sentuh Kawasan Perbatasan
Selain fasilitas, KCIC menyiapkan pendampingan petugas sesuai kebutuhan masing-masing penumpang. Bantuan dapat diberikan sejak penumpang berada di stasiun keberangkatan, menuju peron, proses naik kereta, selama perjalanan, hingga tiba di stasiun tujuan dan melanjutkan perjalanan keluar dari stasiun. Penumpang yang membutuhkan pendampingan dapat menyampaikan kebutuhannya langsung kepada petugas di stasiun.
Informasi kebutuhan bantuan juga dapat disampaikan lebih awal melalui Contact Center KCIC sehingga petugas dapat menyiapkan layanan yang sesuai. Sepanjang 2026, rata-rata KCIC melayani 1.137 penumpang prioritas setiap bulan. Jumlah tertinggi tercatat pada Juli 2026 dengan 1.401 penumpang.
Berdasarkan lokasi pelayanan sepanjang 2025 hingga 2026, Stasiun Padalarang dan Stasiun Halim menjadi dua stasiun dengan jumlah penumpang prioritas terbanyak, masing-masing sekitar 8 ribu penumpang. Selanjutnya, Stasiun Tegalluar Summarecon mencatat sekitar 4 ribu penumpang, kemudian Stasiun Bandung dan Cimahi sekitar 4 ribu penumpang.
Baca juga : Meriahkan HUT ke-81 Jabar, KCIC Hadirkan Seni Budaya Sunda di Stasiun Whoosh
Sementara Stasiun Karawang melayani sekitar 400 penumpang prioritas. Kecepatan perjalanan Whoosh juga menjadi salah satu faktor yang memberikan kemudahan bagi penumpang prioritas.
Perjalanan dari Stasiun Halim menuju Padalarang dapat ditempuh sekitar 30 menit sehingga durasi perjalanan menjadi lebih singkat dan tidak terlalu melelahkan, terutama bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.
“KCIC terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi penumpang prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Whoosh sebagai transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.