BREAKING NEWS
 

PNM Bantu Wujudkan Mimpi Anak Nasabah Lewat Dukungan Pendidikan

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 29 Agustus 2026 09:58 WIB
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perjuangan seorang ibu untuk menghidupi keluarga tidak berhenti ketika usaha berjalan. Bagi Sulastri, perajin bambu sekaligus nasabah PNM Mekaar, memastikan anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak adalah bagian dari mimpi yang terus ia perjuangkan setiap hari.

Setiap pagi, Sulastri melepas anaknya berangkat sekolah dari rumah sederhana mereka di kawasan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Di tengah kesibukan menjaga usaha tetap berjalan dan memenuhi kebutuhan keluarga, ia terus berupaya agar pendidikan anaknya tidak terabaikan.

Sulastri bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Akses pembiayaan dan pendampingan dari PNM membantunya mengembangkan usaha yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga.

Namun, perjalanan Sulastri bersama PNM ternyata tidak berhenti pada urusan modal usaha. Pendidikan anak menjadi perhatian lain yang tak kalah penting bagi dirinya sebagai seorang ibu.

Anak Sulastri bersekolah di SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Sekolah tersebut menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk dijangkau dari tempat tinggalnya.

Baca juga : Dari Penghasilan Jadi Harapan, PNM Bantu Tika Buka Lapangan Kerja

Di sana, sang anak setiap hari belajar, bertemu teman-teman, dan perlahan menyiapkan langkah menuju masa depan.

Perjalanan menuju masa depan itu, bagaimanapun, tidak selalu berlangsung dalam ruang belajar dengan fasilitas yang ideal. Kondisi sekolah yang membutuhkan sejumlah perbaikan menjadi perhatian tersendiri.

Bagi keluarga seperti Sulastri, persoalan fasilitas pendidikan dapat terasa jauh lebih besar karena kemampuan untuk membantu secara mandiri juga terbatas.

Di titik inilah PNM melihat bahwa mendampingi keluarga prasejahtera tidak cukup hanya dengan membantu mereka menjalankan usaha.

Ketika seorang ibu berjuang menghidupkan ekonomi keluarga, harapan yang dibangunnya sebenarnya tidak berhenti pada hari ini, tetapi juga menyangkut masa depan anak yang ingin dipastikan tetap memiliki kesempatan.

Adsense

Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM turut memberikan bantuan pendidikan bagi sekolah tempat anak Sulastri menimba ilmu.

Baca juga : PNM Siapkan Ekosistem Pembiayaan Mekaar Bunga Delapan Persen

Bantuan tersebut bukan berupa pembangunan gedung baru, melainkan perbaikan yang dibutuhkan agar lingkungan sekolah menjadi lebih layak bagi anak-anak untuk belajar dan bertumbuh.

Bantuan tersebut menjadi penting karena pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar fasilitas yang dimiliki sebuah sekolah, tetapi juga oleh seberapa banyak pihak yang bersedia peduli terhadap keberlangsungannya.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, perjuangan Sulastri menjadi pengingat bahwa di balik setiap nasabah PNM terdapat keluarga dan harapan yang sedang diperjuangkan.

“Kami melihat perjuangan Ibu Sulastri bukan hanya tentang bagaimana beliau menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha memastikan anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, ketika PNM mendampingi nasabah, perhatian tidak berhenti pada usahanya. Kami ingin ikut menjaga lingkungan tempat keluarga mereka tumbuh dan anak-anak mereka belajar,” ujar Dodot Patria Ary.

Menurut Dodot, pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.

Ketika usaha seorang ibu tumbuh, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan dalam bentuk pendapatan, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi keluarga.

Baca juga : Bangkit dari Jerat Rentenir, Ibu Rini Menata Masa Depan Bersama PNM

“Usahanya kita bantu tumbuh, keluarganya kita perhatikan, dan masa depan anak-anaknya juga harus memiliki ruang untuk tumbuh. Mungkin bantuan ini sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan rasa bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian,” tambahnya.

Bagi Sulastri, perhatian tersebut menjadi bentuk dukungan yang memiliki arti tersendiri. Di tengah keterbatasan, seorang ibu sering kali membutuhkan keyakinan bahwa apa yang sedang diperjuangkannya memiliki masa depan.

“Saya bersyukur anak saya bisa tetap sekolah. Bantuan ini membuat saya merasa ada yang ikut memperhatikan perjuangan kami. Saya ingin anak saya terus belajar dan punya kesempatan untuk meraih cita-citanya di tempat yang baik,” ungkap Sulastri.

Kisah Sulastri menunjukkan bahwa dampak pemberdayaan tidak selalu dapat diukur hanya dari bertambahnya modal atau meningkatnya kapasitas usaha.

Ada dampak yang jauh lebih personal: seorang ibu yang semakin yakin menghidupi keluarganya, seorang anak yang memiliki ruang belajar lebih layak, dan sebuah sekolah di pelosok desa yang mendapat perhatian untuk terus menjadi tempat tumbuh bagi generasi berikutnya.

Sebab, di balik setiap perjalanan nasabah, ada keluarga. Di balik keluarga, ada anak-anak yang sedang tumbuh. Dan di balik perjuangan seorang ibu seperti Sulastri, ada harapan sederhana agar anaknya kelak memiliki kehidupan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense