RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina terus mengembangkan Program Desa Energi Berdikari (DEB) agar pemanfaatan energi terbarukan di desa tidak berhenti pada penyediaan akses energi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan, Festival DEB menjadi momentum mempertemukan Local Hero, Community Development Officer (CDO), mitra, dan pemangku kepentingan untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kapasitas, melakukan sertifikasi Local Hero, serta mendorong replikasi Teknologi Tepat Guna.
“Pertamina ingin memastikan DEB tidak hanya menghadirkan akses energi terbarukan, tetapi terus berkembang menjadi program pemberdayaan masyarakat yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan,” kata Rudi dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka, Senin (31/8/2026).
Baca juga : Dari Bondan Tanpa Listrik, Hingga Ulubelu Makin Produktif
Festival DEB menampilkan 17 inovasi Teknologi Tepat Guna yang disesuaikan dengan potensi desa. Inovasi tersebut antara lain sistem irigasi pintar berbasis IoT, pertanian terintegrasi IoT, greenhouse dengan heat exchanger, alat pengering padi, Geo-Fert, budidaya ikan bioflok, tambak berkelanjutan, silvofishery, biodigester, pengolahan sampah, hingga dekortikator nanas.
Program DEB saat ini telah menjangkau 283.961 penerima manfaat dan memberdayakan 576 kelompok usaha, UMKM, BUMDes, serta koperasi. Usaha berbasis EBT mencatat omzet sekitar Rp26,75 miliar per tahun, dengan rata-rata tambahan pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp27,3 juta per tahun.
Dari sisi inklusivitas, sebanyak 34,07 persen penerima manfaat merupakan perempuan. Program ini juga melibatkan 55 warga penyandang disabilitas dalam peningkatan ekonomi serta melahirkan 223 Local Hero tersertifikasi Kementerian ESDM.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Turbo & Dex Series Per 1 September
Pengembangan DEB dilakukan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, startup teknologi, dan media. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjembatani teknologi dengan kebutuhan masyarakat serta memperluas penerapan inovasi di desa lain.
Pertamina menargetkan penambahan 80 lokasi DEB baru dan 50 lokasi naik kelas pada 2026. Dalam jangka panjang, program tersebut ditargetkan mencapai 732 lokasi mandiri pada 2030.
Pengembangan dilakukan melalui pemetaan empat kategori, yakni Putih, Biru, Hijau, dan Siap Mandiri, serta kolaborasi lintas subholding melalui program tematik seperti DEB Wisata Energi, Ketahanan Pangan, dan Pesisir Modern. Dengan langkah tersebut, DEB diharapkan menjadi ekosistem yang menghubungkan energi terbarukan, teknologi, dan potensi ekonomi desa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.