Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
PDC Perkuat Supply Chain Lewat Transformasi Digital dan Sistem SAP
Senin, 31 Agustus 2026 09:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat digitalisasi Supply Chain Management (SCM) melalui implementasi Integrated Procurement (INPRO) dan persiapan implementasi SAP Modul Inventory Management.
Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun proses pengadaan dan pengelolaan persediaan yang lebih terintegrasi, transparan, dan mampu mendukung kebutuhan operasional perusahaan.
Melalui INPRO, proses pengadaan mulai dari pengajuan dan persetujuan, penyusunan dokumen tender, monitoring proses, hingga pengelolaan kontrak kini terhubung dalam satu sistem. Integrasi tersebut membuat proses pengadaan lebih terdokumentasi dan mudah dipantau sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap status dan progres pengadaan.
Baca juga : PDC Ubah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai lewat MALIKA 2.0
Sementara itu, SAP Modul Inventory Management dipersiapkan untuk memperkuat pengelolaan persediaan melalui pencatatan ketersediaan dan pergerakan material yang lebih terstruktur, akurat, serta terintegrasi dalam sistem SAP.
Ketersediaan informasi tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan kebutuhan material dan kelancaran operasional.
Manager Supply Chain Management PDC Syahrul Ahyar mengatakan digitalisasi SCM tidak sekadar mengubah proses menjadi digital, tetapi diarahkan untuk membangun proses bisnis yang lebih terintegrasi dan menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
Baca juga : PDC Borong 4 Penghargaan TJSL & CSR Award 2026 Berbasis Pemberdayaan
“Implementasi ini bukan sekadar menghadirkan sistem baru, tetapi bagaimana kami membangun proses SCM yang lebih terintegrasi, transparan, dan mampu menyediakan data yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan. Pada akhirnya, transformasi ini harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung kebutuhan operasional secara lebih efektif,” ujar Syahrul.
Integrasi proses pengadaan dan pengelolaan persediaan tersebut menjadi bagian dari upaya PDC membangun end-to-end supply chain visibility, sehingga informasi mulai dari kebutuhan, proses pengadaan, hingga ketersediaan material dapat terhubung dan dipantau secara lebih menyeluruh.
Melalui transformasi tersebut, PDC berupaya membangun SCM yang lebih adaptif, transparan, dan akuntabel sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam merespons kebutuhan operasional secara lebih cepat dan tepat guna mendukung kualitas layanan kepada pelanggan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya