RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan keselamatan kerja yang berkelanjutan. Di ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards (IQSA) 2026, Pertagas memborong empat penghargaan yang mencakup aspek kepemimpinan, budaya keselamatan, hingga inovasi digital dalam penerapan Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE).
Empat penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi Pertagas membangun budaya keselamatan di seluruh lini operasional perusahaan. Penguatan budaya tersebut berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung penerapan QHSE.
Komitmen itu tercermin dari catatan kinerja keselamatan Pertagas. Hingga Juli 2026, perusahaan membukukan 123.312.070 jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja atau zero accident di seluruh wilayah operasinya.
Baca juga : PDC Perkuat Tata Kelola Penggunaan AI, Mitigasi Risiko Data dan Hukum
Dalam ajang tersebut, Pertagas meraih penghargaan The Best Safety Culture and Sustainability 2026 dan The Best QHSE Digital Innovation 2026. Kedua penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan mengintegrasikan budaya keselamatan dengan transformasi digital untuk memperkuat standar operasional.
Dari sisi kepemimpinan, Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring memperoleh penghargaan The Best CEO for Corporate QHSE Excellence 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas perannya dalam mengarahkan penerapan QHSE secara berkelanjutan di lingkungan Pertagas.
Penghargaan untuk Indra P. Sembiring diterima secara simbolis oleh Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas Arifin Ahmad. Arifin mengatakan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh pekerja Pertagas yang konsisten menjalankan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Green 95, Berlaku 2 September 2026
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh Perwira Pertagas yang konsisten mengimplementasikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung pada produktivitas pekerja, sekaligus menjadi bagian dari strategi manajemen risiko jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” tutur Arifin pada malam penganugerahan, 28 Agustus 2026.
Penguatan QHSE juga mendapat pengakuan melalui penghargaan The Best QHSE Leadership 2026 yang diterima langsung VP HSSE Pertagas Rotua Elyzabeth. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kepemimpinannya dalam memperkuat implementasi QHSE di tingkat korporasi.
Rotua menegaskan, keselamatan kerja tidak boleh berhenti sebagai prosedur ataupun sekadar pencapaian teknis sesaat. Menurutnya, keselamatan harus tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam keseharian pekerja dan diwariskan lintas generasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.