BREAKING NEWS
 

Mudahkan Penumpang, APJAPI Harap Garuda Optimalkan Sosialisasi Skema Bagasi Baru

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 9 September 2026 22:18 WIB
Ketua APJAPI Alvin Lie.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) berharap Garuda Indonesia terus memperkuat sosialisasi penerapan skema bagasi baru. Langkah ini dinilai penting untuk membantu penumpang memahami dan beradaptasi dengan perubahan sistem dari perhitungan berdasarkan bobot menjadi jumlah koli atau Piece Concept.

Ketua APJAPI Alvin Lie mengatakan, perubahan skema tersebut perlu disertai informasi yang mudah dipahami masyarakat. Terutama mengenai ketentuan jumlah koli, batas berat setiap bagasi, serta kemungkinan biaya tambahan yang dapat muncul.

Menurut Alvin, pemahaman yang baik akan membantu penumpang mempersiapkan barang bawaan sekaligus memperhitungkan kebutuhan biaya sebelum melakukan perjalanan.

“Informasi yang lengkap akan membantu konsumen membuat pertimbangan yang lebih baik ketika memilih layanan penerbangan dan mempersiapkan barang bawaannya,” kata Alvin di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

APJAPI menilai perubahan dari Weight Concept menjadi Piece Concept membawa perbedaan dalam cara menghitung fasilitas bagasi penumpang. Jika sebelumnya hak bagasi lebih banyak dihitung berdasarkan akumulasi total berat, kini jumlah koper atau koli juga menjadi bagian dari ketentuan.

Baca juga : APJAPI Dukung Polisi Tertibkan Praktik Penagihan Paksa dan Ilegal

Alvin mencontohkan seorang penumpang kelas ekonomi yang membawa dua koper dengan berat masing-masing 11 kilogram dan 9 kilogram.

Dalam skema berbasis koli, salah satu koper dapat masuk dalam fasilitas bagasi sesuai ketentuan tiket. Sementara koper lainnya berpotensi dikenakan biaya tambahan apabila jumlah koli yang dibawa melebihi alokasi.

“Sebagai maskapai penerbangan yang masuk dalam pelayanan standar maksimum, Garuda wajib memberi pelayanan bagasi 20 kilogram per penumpang. Ini untuk penerbangan dalam negeri dengan pesawat jet tanpa memperhitungkan jumlah koli,” ujar Alvin.

Menurut dia, contoh tersebut menunjukkan pentingnya penumpang memahami perbedaan mendasar antara sistem berdasarkan total berat dan sistem berdasarkan jumlah koli.

Adsense

APJAPI mengapresiasi langkah Garuda Indonesia melakukan penyesuaian layanan bagasi. Namun, dalam masa transisi penerapan kebijakan baru, organisasi pengguna jasa penerbangan tersebut berharap informasi mengenai seluruh ketentuan dapat terus diperkuat.

Baca juga : DPD APJAPI Sumatera Utara Resmi Dilantik Wujudkan Jasa Penagihan Profesional

Kejelasan informasi, termasuk mengenai batas jumlah koli dan biaya tambahan, dinilai akan memudahkan penumpang menentukan cara mengemas barang bawaan sebelum berangkat.

“Informasi yang lengkap akan membantu konsumen membuat pertimbangan yang lebih baik ketika memilih layanan penerbangan dan mempersiapkan barang bawaannya,” ujarnya.

Selain substansi ketentuan, APJAPI juga memberikan perhatian terhadap masa sosialisasi kebijakan baru kepada masyarakat.

Alvin mengatakan, perubahan ketentuan bagasi mulai dipublikasikan Garuda Indonesia pada 10 Juli 2026. Sementara penerapan skema baru dimulai pada 1 September 2026.

Menurutnya, periode transisi menjadi bagian penting dalam penerapan kebijakan baru. Penumpang membutuhkan waktu yang memadai untuk mengenali perubahan serta menyesuaikan kebiasaan membawa barang saat bepergian.

Baca juga : Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Karena itu, APJAPI berharap sosialisasi terus dilakukan selama masa awal penerapan Piece Concept. Informasi mengenai ketentuan bagasi dapat disampaikan secara konsisten sejak proses pembelian tiket hingga keberangkatan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, penumpang diharapkan dapat menyiapkan barang bawaan sesuai ketentuan dan menghindari biaya tambahan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

APJAPI memandang masa adaptasi sebagai kesempatan bagi maskapai dan pengguna jasa penerbangan untuk bersama-sama menyesuaikan diri dengan sistem baru.

Penguatan sosialisasi diharapkan dapat membuat transisi penerapan skema bagasi berjalan lebih lancar sekaligus memberikan kepastian dan kenyamanan bagi penumpang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense