BREAKING NEWS
 

Danamon: Indonesia Miliki Fondasi Kuat untuk Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 14 September 2026 10:17 WIB
Outlook ekonomi Indonesia 2026. (Foto: Dok. Danamon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan yang ditandai dengan tingginya harga energi, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Meskipun demikian, Indonesia dinilai tetap berada pada posisi yang relatif kuat untuk mempertahankan momentumpertumbuhan ekonomi berkat stabilitas makroekonomi yang terjaga, investasi yang terus mengalir, serta dukungan berbagai sektor strategis baru.

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), Irman Faiz, menjelaskan bahwa kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memicu tekanan inflasi dan memperketat kondisi keuangan di berbagai negara. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat dari 3,5 persen pada 2025 menjadi 3,0 persen pada akhir 2026 sebelum kembali membaik pada 2027. Sementara harga minyak yang sempat meningkat signifikan diperkirakan berangsur menurun seiring penyesuaian pasokan global.

Menurut Irman, di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh sekitar 5,2 persen pada 2026, didukung oleh investasi, belanja Pemerintah, aktivitas ekonomi domestik yang masih solid, dan kebijakan pemerintah yang mendorong aktivitas ekonomi nasional. Investasi asing langsung (FDI) terus menunjukkan tren positif. Terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pengembangan pusat data (data center) yang mulai menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Baca juga : August Hamonangan: Jangan Sampai Bebani Warganya Di Masa Depan

"Perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global. Aktivitas investasi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara peluang dari hilirisasi industri, ekonomi digital, dan pengembangan data center berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka menengah hingga

panjang," ujar Irman, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (14/9/2026).

Adsense

Di sisi lain, Indonesia tetap perlu mewaspadai berbagai risiko eksternal. Defisit transaksi berjalan diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring tingginya impor energi dan perlambatan ekonomi sejumlah mitra dagang utama. Selain itu, volatilitas pasar keuangan global dan perubahan arah kebijakan moneter negara maju berpotensi memengaruhi pergerakan arus modal dan nilai tukar rupiah.

Baca juga : Firman Soebagyo: Kadin Perlu Diperkuat Peran Dan Fungsinya

Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan nasional, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai instrumen kebijakan yang mendukung pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar valuta asing domestik. Seiring meningkatnya ketidakpastian global dan perubahan arus modal internasional, pasar valuta asing yang lebih dalam, likuid, dan berdaya tahan dinilai semakin penting dalam mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Yansen Lokanata, menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan

untuk memperkuat pasar valuta asing domestik, antara lain melalui pengembangan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction), penyempurnaan ketentuan transaksi pasar valuta asing, hingga implementasi Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra (VASTRA).

Baca juga : Bappenas Perkuat Kapasitas Perumusan Kebijakan Nasional

Kebijakan VASTRA dirancang untuk memperluas akses investor global terhadap instrumen lindung nilai Rupiah di pasar domestik. Selain memperkuat daya tarik aset keuangan Indonesia, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar valuta asing domestik, memperbaiki transparansi transaksi, serta mendukung stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

"Pendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang terus disempurnakan Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika global," ujar Yansen.

Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai tetap positif meskipun tantangan global masih membayangi. Stabilitas makroekonomi, kuatnya investasi, serta berbagai upaya pendalaman pasar keuangan diharapkan dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense