RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menggandeng PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan, pengembangan jargas menjadi salah satu upaya pemerintah mendukung program swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Hal itu disampaikan Dudung saat kunjungan kerja ke jaringan gas rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Senin, didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG,” kata Dudung.
Ia mengatakan, pengembangan jargas sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Baca juga : KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan, pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.
Menurut dia, konektivitas jaringan transmisi, termasuk Pipa Cirebon-Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk bagi kebutuhan rumah tangga.
“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN,” ujar Agung.
Ia menyebut, pemerintah saat ini membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jargas melalui APBN 2025-2026 yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR dibangun masing-masing di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.
Agung mengatakan, pembangunan jargas akan dilakukan secara masif mulai tahun ini dengan target mencapai 1 juta SR pada 2028.
Baca juga : 4.545 Rumah Terlayani Jargas, PGN Gerakkan Ekonomi Sleman
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010. Pengoperasian jaringan tersebut dilakukan dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, PGN mendukung pemerintah dalam pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jargas, khususnya untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.
“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya,” kata Hery.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN, kata dia, siap mendukung pengelolaan jaringan gas yang dibangun pemerintah melalui skema APBN sesuai penugasan, mekanisme, dan ketentuan yang berlaku.
Hery mengatakan, PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk menjaga keandalan aset, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, dan pelayanan gas bumi kepada masyarakat.
Baca juga : PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.
Selain melalui jaringan pipa, PGN juga mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui skema beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG), untuk menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani jaringan pipa.
Pemerintah berharap sinergi dengan PGN dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.