Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
Senin, 13 Juli 2026 16:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mengajak investor ritel terbesar perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Melalui kunjungan tersebut, investor memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, serta potensi pengembangan pasar gas bumi. Potensi tersebut akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengembangan jaringan tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN menyalurkan gas bumi sekitar 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Baca juga : Jabar Tawarkan 6 Proyek Strategis Ke Investor Malaysia Dan ASEAN
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Heri Murahmanta mengatakan, wilayah tersebut memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi, yakni pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) di Palembang dan Medan.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri.
Dari sisi infrastruktur, operasi PGN di Sumatera Utara didukung jaringan yang dikelola anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun dan pasokan dari sejumlah blok hulu, yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk.
Baca juga : BAZNAS Luncurkan Kampung Zakat Di Sumbar, Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Tenun
Menurut Heri, pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh hingga Lampung.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” kata Heri.
Selain memperkuat konektivitas antardaerah, PGN saat ini mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial, dan industri di wilayah Sumatera bagian utara. Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, juga meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas pada masa mendatang.
Baca juga : Ngeri, Penipuan Digital Capai 608 Ribu Kasus
Heri menambahkan, penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut didukung integrasi infrastruktur pipa maupun nonpipa, termasuk compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG), sehingga PGN mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam di berbagai wilayah.
“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutup Heri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya