BREAKING NEWS
 

Pahlawan Senyap di Alur Pelabuhan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 24 September 2026 10:29 WIB
Kapal Tunda (KT) Abimanyu III dan KT Jayakarta 4 saat melakukan penyandaran Kapal Sulphur Guardian di Dermaga Dharma Karya Perdana (DKP), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026). (Foto: Nana Maulana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik megahnya kapal-kapal raksasa pembawa denyut nadi ekonomi Indonesia, tersimpan peran krusial para pahlawan senyap yang kerap luput dari perhatian, yakni kapal tunda (Tugboat). Berapa pun besar nilai muatan dan megahnya kapal yang datang ke pelabuhan, mereka tetap tak bisa langsung bersandar tanpa kepiawaian armada pandu. Di sinilah kiprah nyata PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), anak usaha dari PT Pelindo Jasa Maritim hadir menjadi garda terdepan menjaga kelancaran arus masuk keluar kapal besar di pelabuhan.

Pemandangan itu tersaji nyata pada Rabu (16/9/2026), pukul 10.36 WIB. Dua kapal tunda milik IPCM melakukan pelayanan sebuah kapal berbendara Panama, yang membawa chemical ingin bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebuah Kapal Tunda (KT) Abimanyu III berkelir oranye berangkat lebih dahulu ke gerbang pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok atau "Gerbang Ondel-Ondel" dari Dermaga 200. RM.id pun langsung ikut di dalam anjungan KT Abimanyu III ini.

Perjalanan dari Dermaga 200 ke Gerbang Ondel-Ondel sekitar 20 menit. Dalam pelayanan kali ini, (KT) Abimanyu III bertugas di bagian belakang, berkolaborasi dengan KT Jayakarta 4 yang berada di bagian depan. Sementara, Pilot Pandu dikomandoi oleh Captain Kardiono.

Di balik kemudi anjungan KT Abimanyu III, Captain Teuku Darmansyah (49 Tahun), bertugas dengan cekatan. Suara alat komunikasi di KT Abimanyu bersahutan silih berganti. Antara pusat kendali, pilot pandu yang berada di kapal besar dan petugas dari kapal tandu lainnya.

Pukul 10.57 WIB, KT Abimanyu III dan KT Jayakarta 4 sudah berhasil berada di samping Kapal Sulphur Guardian. Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Sulphur Guardian terlihat standby di pinggir kapal, mereka melemparkan tali ke KT Abimanyu III dan disambut petugas. Hanya butuh waktu kurang dari satu menit, tali tambat KT Abimanyu III sudah terpasang di Kapal Sulphur Guardian. Kapal pun terhubung dan menandai dimulainya proses pemanduan menuju dermaga.

Nakhoda Kapal Tunda Abimanyu III Captain Teuku Darmansyah (39 Tahun) saat bertugas melayani Kapal Sulphur Gurdian, di Dermaga Dharma Karya Perdana (DKP), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026). (Foto: Nana Maulana/RM)

Baca juga : Peran Vital KT Abimanyu I & III Tuntaskan Pelayaran Panjang ITS Giuseppe Garibaldi

Kedua tangan Captain Teuku tak pernah lepas dari kemudi ganda yang berada di sebelah kiri dan kanannya. Kemudi tersebut mengatur dua fungsi. Yakni suplai tenaga mesin dan arah kapal haluan. Sementara, kaki kanannya siaga menginjak tugas bilamana tali harus diulur. Wajahnya tenang, dihiasi senyuman dan tak segan menjawab pertanyaan dari wartawan di tengah tugas krusial tersebut.

Sesekali, tangannya memegang alat komunikasi lalu berkoordinasi dengan Pilot Pandu untuk memastikan KT Abimanyu III tetap berada di jalur yang aman. Dengan kecepatan stabil di kisaran 5 knot, kapal Sulphur Guardian berjalan pelan menuju Dermaga Dharma Karya Perdana (DKP).

Memasuki radius 500 meter jelang dermaga, tantangan sesugguhnya dimulai. KT Abimanyu III mulai menempelkan lambung kapalnya ke bagian belakang lambung Kapal Sulphur Guardian. Bukan sekadar menempel, tapi ini menjaga arah dan menjadi fungsi utama kapal tunda.

Di Dermaga DKP yang menjadi tujuan, ada kapal Guangzhou Highway sudah lebih dahulu bersandar. Di sinilah, keahlian Captain Teuku yang sarat pengalaman diuji. Menggunakan KT Abimanyu III yang berdimensi panjang 32 meter dan lebar 11,6 meter, Captain Teuku menyandarkan kapal bermuatan chemical yang dimensi jauh lebih besar, yakni panjang 138 meter dan lebar 23 meter.

Adsense

Ketika sudah di Dermaga DKP, posisi KT Abimanyu III berada di sebelah kiri, pasalnya kapal Sulphur Guardian akan sandar ke sebelah kanan. Meski tetap tersenyum, wajah Capt. Teuku terlihat lebih fokus dari pada sebelumnya. Namun, Capt. Teuku pun mengaku tak merasa merasa takut saat bertugas. Dengan wajah penuh senyum dia mengungkapkan.

Baca juga : Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok

"Saya kalau lagi tugas melayani kapal selalu fokus. Tapi kalau diwawancara kadang suka nge-blank (bingung)," ujarnya, sambil tertawa ringan.

Suara koordinasi dari alat komunikasi kian bersahutan. Pilot pandu mengatur secara perlahan. KT Abimanyu III dan KT Jayakarta 4 mendapat perintah secara bergantian. Ketika Pilot Pandu meminta untuk pushing atau mendorong, deru mesin KT Abimanyu III berkapasitas 4.400 horse power (HP) menggelegar hingga ke anjungan. Sesekali perintah Pilot Pandu lainnya terdengar, "Abi III netral ya," ucap Pilot Pandu dalam alat komunikasi.

Akhirnya, sekitar pukul 11.38 WIB, Kapal Sulphur Guardian berhasil disandarkan dengan mulus di dermaga. Talinya sudah terpasang di bollard dermaga. Suara Pilot Pandu terdengar mengatakan, "Oke sudah selesai Capt. Terima kasih".

Dua anak buah kapal (ABK) Sulphur Guardian sedang menarik tali tambak Kapal Tunda Abimanyu III saat mulai pemanduan di gerbang masuk alur laut Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026). (Foto: Nana Maulana/RM)

Tali milik KT Abimanyu III yang terikat ke Kapal Sulphur Guardian pun dilepaskan oleh ABK. Dua ABK dari Kapal Sulphur Guardian terlihat berdiri kembali di pinggir kapal dan menghadap ke arah anjungan KT Abimanyu III, mereka tersenyum lebar dan mengangkat tangan ke Captain Teuku, sebagai bentuk ucapan terima kasih telah membantu. Captain Teuku pun langsung mengangkat tangan dan tersenyum. Misi tuntas, kapal tunda pun kembali berputar haluan ke Dermaga 200.

Bagi Captain Teuku, pelayanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk pengabdian. "Terutama memberikan pelayanan terbaik untuk kapal-kapal," pungkas pria asal Aceh ini.

Baca juga : JICT Salurkan 44 Hewan Kurban Untuk Warga Pelabuhan Tanjung Priok

Peran Kapal Tunda milik IPCM ini punya peran penting dalam menjaga roda ekonomi bangsa Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok. Service excellence, sarana prasarana standar International Maritime Organization (IMO) dan sumber daya manusia mumpuni dan melayani sepenuh hati, menjadi penopang kesuksesan dalam memberikan pelayanan di sektor kapal tunda.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) Eddy Haristiani menjelaskan, pelayanan jasa pemanduan dan penundaan memiliki peran penting dalam memastikan kapal dapat masuk, bergerak, dan keluar dari pelabuhan secara aman dan lancar. Dia menambahkan, layanan menjadi cerminan dari wajah pelayanan kepelabuhanan Indonesia, karena merupakan salah satu titik interaksi pertama kapal saat memasuki pelabuhan dan terakhir sebelum melanjutkan pelayaran.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap pelayanan yang kami berikan. Sebagai salah satu pihak pertama yang melayani kapal saat memasuki pelabuhan dan terakhir sebelum kapal melanjutkan pelayaran, IPCM memastikan setiap proses pemanduan dan penundaan dilaksanakan secara profesional, sesuai standar keselamatan, didukung kompetensi insan perusahaan dan kesiapan armada,” ujar Eddy Haristiani, kepada RM.id melalui keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Menurut Eddy, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada pengguna jasa. Dia menegaskan, IPCM ingin setiap kapal yang datang dan berangkat mendapatkan pelayanan yang aman, andal, dan profesional.

“Bagi IPCM, menjaga keselamatan sekaligus memberikan service excellence merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam mendukung kelancaran logistik dan aktivitas ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense